Rantau, kalselpos.com — Pemerintah Kabupaten Tapin mendorong peningkatan standar keselamatan layanan darurat melalui pelatihan bagi sopir ambulans dan armada pemadam kebakaran di gelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tapin. Berlangsung di Markas PMI Tapin. Senin (20/4/2026).
Sebanyak 22 orang peserta terdiri dari unsur relawan dan petugas lapangan mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini fokusnya bukan sekadar kecepatan respons, melainkan juga kemampuan berkendara aman dalam situasi berisiko tinggi.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Tapin Noor Irfansyah mewakil Bupati Tapin
Dalam sambutannya menyampaikan, menyambut baik atas digelarnya pelatihan mengemudi ambulance dan armada kebakaran, menurutnya kebutuhan akan pengemudi terlatih semakin mendesak seiring meningkatnya mobilitas dan potensi kecelakaan.
“Berpesan kepada peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik baiknya, namun dalam mengemudi kecepatan tidak boleh mengorbankan keselamatan, “ujarnya.
Dikatakannya bahwa pelatihan semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem layanan darurat yang lebih andal di daerah. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kemanusiaan dinilai penting untuk menutup keterbatasan sumber daya.
Ketua PMI Tapin, H Dedy Arief Budiman, mengatakan kegiatan pelatihan mengemudi untuk menambah ilmu pengetahuan bagi pengemudi, walaupun mereka dilatih ini sudah bisa mengemudi.
“Kami menginginkan bahwa pengemudi ambulance dan armada kebakaran mengikuti pelatihan ini tentunya dalam kondisi darurat, keputusan di jalan harus cepat, tetapi tetap terukur, “jelasnya.
Menurutnya pengemudi ambulans dan damkar berada di garis depan penanganan krisis. Selain keterampilan teknis, mereka juga dituntut memahami prosedur keselamatan lalu lintas dan manajemen situasi darurat.
“Kesalahan kecil di jalan bisa berakibat fatal, bukan hanya bagi petugas, tetapi juga pengguna jalan lain,” ujarnya.
Adapun materi pelatihan diberikan mencakup teknik safety driving, pengenalan risiko di jalan, hingga pengambilan keputusan dalam kondisi kritis.
“Peserta juga dibekali aspek non-teknis, seperti koordinasi tim dan komunikasi saat penanganan darurat, “ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi bagian dari peningkatan kapasitas berkelanjutan bagi petugas layanan darurat di Tapin.
Sementara Operation Manager PT BRE, Agung Santoso selaku pendukung kegiatan pelatihan mengatakan peran penting para pengemudi ambulans, petugas damkar, dan relawan dalam penanganan kondisi darurat seperti kecelakaan lalu lintas maupun kebakaran.
Menurutnya, peningkatan keterampilan menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat sekaligus aman.
“Pelatihan ini penting untuk memastikan para petugas mampu menjalankan tugas secara profesional di situasi berisiko tinggi, “tutupnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





