Banjarmasin, Kalselpos.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan capaian akademik dengan meluluskan doktor pertama dari Program Studi Strata Tiga (S3) Administrasi Pendidikan. Gelar doktor tersebut diraih Dr. Ratna Purwanti, S.Pd., M.Pd., usai mempertahankan disertasinya dan memperoleh predikat cumlaude.
Koordinator S3 Administrasi Pendidikan ULM, Prof. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D, menyampaikan bahwa Ratna telah menuntaskan ujian disertasi bertajuk Manajemen Kurikulum Terintegrasi Pendidikan Karakter Lokal pada Selasa (10/02/2026).
Menurutnya, kelulusan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi program studi, mengingat Ratna merupakan lulusan pertama sejak angkatan perdana yang dibuka pada 2023. Ia menilai disertasi yang dihasilkan memiliki kontribusi signifikan dan mendapatkan apresiasi dari seluruh tim penguji, yakni Prof. Dr. Ali Rachman, M.Pd, Dr. Novitawati, S.Psi., M.Pd, serta penguji eksternal dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.
Dalam proses bimbingan, Prof. Ahmad Suriansyah bertindak sebagai promotor, didampingi Rektor ULM Prof. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si dan Dr. Noorhapizah, S.T., M.Pd sebagai co-promotor.
Prof. Suriansyah menekankan bahwa penelitian yang berfokus pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki nilai strategis karena jenjang tersebut merupakan fondasi pembentukan karakter peserta didik. Ia mengingatkan bahwa kualitas PAUD akan sangat menentukan mutu pendidikan pada tahap selanjutnya.
Selain itu, penelitian Ratna dinilai unggul karena mengangkat integrasi kurikulum dengan muatan karakter lokal, sebuah aspek yang dinilai masih minim pengembangan.
Menurutnya, kajian tersebut menyentuh aspek mendasar dalam pembentukan generasi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ratna mengaku bersyukur dapat menjadi lulusan pertama S3 Administrasi Pendidikan ULM. Ia berharap hasil risetnya mampu memberi sumbangsih nyata bagi pengembangan administrasi pendidikan dan mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional.
Disertasinya merupakan studi multi kasus yang dilakukan di TK Negeri Pembina Inti, TK Alam Berbasis Karakter Sayang Ibu, dan TK At-Tibyan di Kecamatan Banjarmasin Tengah. Penelitian tersebut menekankan pentingnya perencanaan kurikulum terintegrasi berbasis karakter lokal guna menanamkan identitas budaya yang kuat sejak usia dini.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi kurikulum ditopang oleh sejumlah faktor, di antaranya nilai dan keyakinan kepala sekolah yang mencakup nilai religius, karakter lokal seperti waja sampai kaputing dan haram manyarah, nilai keteladanan, serta kolegalitas.
Dari sisi kepemimpinan, strategi yang efektif meliputi visi yang kuat, pembentukan tim kerja yang solid, serta penciptaan iklim sekolah yang inovatif dan komunikatif. Adapun dalam pemberdayaan guru, pendekatan yang diterapkan mencakup peningkatan kompetensi berbasis digital, motivasi kerja, penciptaan budaya kerja positif, perlindungan melalui komunikasi yang baik, hingga pemberian ruang inovasi.
Penelitian juga menyoroti pentingnya kemitraan sekolah dengan orang tua dan masyarakat melalui perencanaan program, pelaksanaan kegiatan bersama seperti paguyuban dan family gathering, hingga evaluasi berkelanjutan.
Ratna menyimpulkan bahwa sinergi antara nilai kepemimpinan, strategi manajerial, pemberdayaan guru, dan kemitraan menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak yang berakar kuat pada budaya lokal.
Sebagai rekomendasi, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Dinas Pendidikan Provinsi dalam merumuskan kebijakan kurikulum terintegrasi berbasis pendidikan karakter lokal, khususnya dalam menyiapkan pemimpin pendidikan yang berkarakter, adaptif, serta mampu membangun kolaborasi.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





