Harga oli Motor 2026 Melejit, DPRD Kalsel soroti Dampak ke UMKM

Teks foto []istimewa MAKIN MAHAL - Harga kebutuhan pokok yang semakin mahal akibat lonjakan harga oli motor pada 2026.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com

Lonjakan harga oli motor pada 2026 tidak hanya berdampak pada sektor otomotif, tetapi juga memicu tekanan terhadap perekonomian masyarakat. Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan efek berantai yang signifikan.

Bacaan Lainnya

 

Menurutnya, kenaikan harga oli turut mendorong inflasi karena biaya transportasi dan distribusi barang ikut meningkat. Hal ini berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok yang semakin mahal.

Sektor transportasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kelompok yang paling terdampak. Pengemudi ojek online, angkutan umum, hingga pemilik bengkel menghadapi kenaikan biaya operasional tanpa diimbangi peningkatan pendapatan.

 

Daya beli masyarakat pun mengalami penurunan. Banyak warga harus mengalokasikan lebih banyak pengeluaran untuk kebutuhan wajib seperti bahan bakar dan perawatan kendaraan, sehingga mengurangi konsumsi barang lain.

Yudistira juga mengingatkan adanya perubahan perilaku masyarakat, seperti menunda penggantian oli atau beralih ke produk yang lebih murah namun berisiko terhadap performa mesin.

 

Ia menekankan pentingnya kebijakan strategis untuk menekan dampak ekonomi, termasuk memperkuat produksi dalam negeri dan menjaga stabilitas harga. Tanpa langkah konkret, kenaikan harga oli dapat memperburuk kondisi ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait