BANJARMASIN, Kalselpos.com – Banjir masih merendam puluhan rumah warga di kawasan Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, sejak lebih dari sepekan terakhir. Kondisi ini dipicu kombinasi air pasang sungai dan hujan yang terus mengguyur Kota Banjarmasin, diperparah oleh pendangkalan Sungai Pemurus Dalam.
Lurah Pemurus Dalam, Shelleya Dessesta, mengungkapkan bahwa dampak banjir kini semakin meluas. Air bahkan lebih tinggi dari badan jalan dan melimpah ke permukiman warga serta akses jalan utama yang biasa dilalui masyarakat.
“Kalau dilihat sekarang, permukaan air sungai malah lebih tinggi dari jalan. Jadi air melimpah ke jalan dan rumah warga. Surutnya sangat lambat karena posisi sungai yang dangkal,” ujar Shelleya Dessesta, Rabu (24/12/25).
Shelleya menjelaskan, kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Bahkan pada awal tahun sebelumnya, wilayah Pemurus Dalam mengalami genangan hingga berbulan-bulan, sementara daerah lain sudah lebih dulu kering.
“Di tempat lain sudah surut, tapi di wilayah kita masih tergenang. Air masuknya cepat, tapi keluarnya susah. Itu karena ada pendangkalan di beberapa titik sungai,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan bersama warga saat gotong royong, ditemukan pendangkalan di jalur Sungai Pemurus Dalam yang menghubungkan wilayah Pemurus Dalam hingga Pemurus Baru. Meski panjang pendangkalan hanya beberapa meter, dampaknya cukup signifikan karena menghambat aliran air.
Selain itu, sempat ditemukan dua anak sungai yang sebelumnya hilang dan kini sudah kembali masuk dalam Surat Keputusan (SK) Sungai. Kedua sungai tersebut, yakni Sungai Tambingkar dan Sungai Pengilun, telah mulai dilakukan pengerukan oleh pihak terkait.
“Untuk dua sungai itu sudah mulai dikerjakan. Tapi yang paling berdampak sekarang adalah Sungai Pemurus karena alurnya panjang, masuknya air cepat tapi keluarnya lambat,” katanya.
Pihak kelurahan pun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, termasuk Wali Kota dan Dinas PUPR, untuk meminta langkah cepat penanganan banjir yang rutin terjadi setiap tahun.
“Kami sudah laporkan dan langsung ditindaklanjuti. Sekarang sedang dicari titik-titik yang memungkinkan untuk percepatan penyedotan air, karena di beberapa lokasi sungai juga sudah penuh,” tambahnya.
Shelleya mengakui, upaya normalisasi sungai menjadi tantangan tersendiri karena banyak bangunan yang berdiri di bantaran sungai. Oleh karena itu, pengerukan hanya bisa dilakukan di titik-titik tertentu yang masih memungkinkan, setelah dilakukan pengukuran terlebih dahulu.
“Harapannya, ada penanganan serius dan berkelanjutan. Karena setiap tahun kami selalu menghadapi masalah banjir yang sama,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua RT 12 Pemurus Dalam, Fatur Rahman, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi dua sungai yang mengalir di wilayah tersebut. Menurutnya, sungai-sungai itu selama ini kurang mendapatkan perawatan yang layak, sehingga dipenuhi eceng gondok dan endapan lumpur.
“Di sini ada dua sungai, Sungai Pemurus dan Sungai Tatah Belayung. Kami berharap sungai ini bisa dibenahi seperti sungai-sungai yang mengalir ke arah Sungai Kelayan. Harus dirawat, dibersihkan dari eceng gondok dan sampah,” kata Fatur.
Ia menegaskan, pemeliharaan sungai seharusnya menjadi program rutin pemerintah, sebagaimana perawatan jalan yang selalu dianggarkan setiap tahun. Menurutnya, tanpa pemeliharaan berkelanjutan, sungai akan terus dangkal dan tidak mampu menampung debit air saat pasang dan hujan bersamaan.
“Kalau jalan ada pemeliharaannya, sungai juga harus ada. Harus dianggarkan. Kalau tidak, banjir seperti ini akan terus berulang,” tegasnya.
Fatur menambahkan, setiap kali air pasang bersamaan dengan hujan, air di wilayah Pemurus Dalam sulit mengalir keluar. Akibatnya, genangan bertahan lama dan baru surut setelah waktu yang cukup panjang.
“Begitu pasang naik, ditambah hujan, air di sini lambat mengalir. Makanya bisa berminggu-minggu belum surut,” terangnya.
Ia berharap pemerintah kota melalui dinas terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menangani pendangkalan sungai, baik melalui pengerukan maupun pemeliharaan rutin, agar aliran air kembali lancar dan banjir tidak terus menjadi masalah tahunan.
“Kalau tidak ditangani serius, ini bisa terus berlanjut seperti yang sudah terjadi bertahun-tahun,” tutupnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





