Banjarmasin,kalselpos.com-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar pelatihan keterampilan bagi remaja putus sekolah untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak yang sempat terhenti menempuh pendidikan formal.
Kepala DP3AKB Kalsel Husnul Hatimah mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi perlindungan dan pemberdayaan anak di daerah setempat.
“Pendidikan adalah hak dasar setiap anak bukan sekadar kewajiban. Namun, kita tidak menutup mata bahwa masih ada anak-anak di sekitar kita yang harus berhenti sekolah karena faktor ekonomi, jarak, lingkungan, atau kondisi keluarga,” ujarnya di Banjarmasin, baru-baru ini.
Menurut Husnul, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat, kepercayaan diri, dan kemandirian remaja agar tetap produktif dan berdaya saing.“Putus sekolah bukan akhir dari segalanya. Ini adalah awal dari kesempatan baru untuk bangkit, belajar, dan menemukan potensi diri,” katanya.
Ia menjelaskan, pelatihan ini juga diharapkan mampu memperkuat karakter dan mental bagi puluhan anak putus sekolah agar mampu menghadapi tantangan kehidupan.
Pemprov Kalsel menggandeng BKOW dan berbagai pihak untuk membangun jejaring dukungan, termasuk dari dunia usaha dan masyarakat.
“Kami berharap para peserta pelatihan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, mengasah keterampilan, dan menjadi individu yang mandiri serta berdaya saing. Percayalah, setiap orang memiliki kesempatan untuk sukses, asalkan mau berusaha dan tidak menyerah,” tuturnya.
Husnul menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi klaster perlindungan khusus anak dalam kebijakan Kalimantan Selatan sebagai Provinsi Layak Anak (KLA).
“Melalui kegiatan ini, remaja putus sekolah diharapkan tetap dapat hidup produktif dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, program ini juga menjadi wujud nyata misi Pemprov Kalsel untuk membangun manusia yang unggul, berbudaya, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi Kalsel Bekerja atau Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera Menuju Gerbang Logistik Kalimantan.
“Provinsi Layak Anak bukan hanya predikat, tetapi juga komitmen bersama untuk menjamin masa depan anak-anak kita, karena setiap anak, tanpa terkecuali, berhak untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara bermartabat,” kata Husnul.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





