Pj TP PKK Kalsel Sebut Penurunan Stunting di HSU Merupakan Capaian Luar Biasa

  • Whatsapp
FOTOBERSAMA-Pejabat (Pj) Ketua PKK Kalimantan Selatan Safriati Safrizal ZA berfoto bersama Kepala DPPKB Kabupaten HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid.(ist)(kalselpos.com)

Amuntai,kalselpos.com – Angka penurunan kasus stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

Bacaan Lainnya

Hal ini dinilai sejak dari tahun 20213 hingga sekarang, dimana menurut Pejabat (Pj) Ketua PKK Kalimantan Selatan Safriati Safrizal ZA hal ini merupakan suatu pencapaian luar biasa.

Riset kesehatan dasar (Riskesdes) dari Kementerian Kesehatan pada 2013 mengumumkan 100 kabupaten/ kota se Indonesia tertinggi prevalensi Stunting dan Kabupaten HSU termasuk di dalamnya dengan prevalensi 56%.

“Pasti pada saat menerima pengumuman itu bupati HSU dan gubernur Kalsel terkejut dengan adanya temuan data tersebut, mengingat kondisi kesehatan anak-anak di Kalsel tampaknya baik-baik saja,”ujar Safriati, beberapa waktu lalu.

Tapi faktanya, Stunting merupakan bahaya laten yang tersembunyi di tengah masyarakat, jika sampai anak-anak mengalami Stunting, maka akan sulit diperbaiki.

Namun Safriati mendengarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan HSU bahwa diakhir 2020 berkat sinergitas berbagai pihak dan dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati HSU angka prevalensi Stunting berhasil diturunkan menjadi 21,15%.

“Pencapaian yang luar biasa, hendaknya keberhasilan ini bisa menjadi studi pembelajaran bagi daerah lain,” katanya.

Inovasi seperti pembuatan Aplikasi SINTARI atau kelaS Ibu piNTar sadAR gizI, menurut Safriati, merupakan salah satu inovasi yang sangat bagus karena memanfaatkan sarana digital dalam penanganan kasus Stunting.

Safriati juga berencana mengikutsertakan Desa Jingah Bujur ke dalam program PKK Pusat yakni Gerakan Keluarga Sehat, Tangguh dan Tanggap Bencana.

Plt Kepala Dinas Kesehatan HSU Danu Fran Fotohena melaporkan penurunan kasus Stunting ini pada kunjungan Pj Ketua PKK Kalsel di desa Locus Stunting Desa Jingah Bujur Kecamatan Haur Gading.

“Berkat dukungan dan kebijakan Bapak Bupati Hulu Sungai Utara bersama DPRD dengan menerbitkan berbagai peraturan daerah sehingga memudahkan kami dalam melaksanakan upaya secara masif dan aman guna menurunkan kasus Stunting ini,” kata Danu lagi.

Kerja keras penurunan Stunting bukan isapan jempol karena HSU meraih penghargaan sebagai kabupaten paling inovatif dan inspiratif dalam penanganan Stunting.

“Jadi kita banyak melakukan inovasi dalam upaya penanganan Stunting dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” terang Danu.

Data 2020 kata Danu jumlah balita Stunting (pendek dan sangat pendek) sebanyak 3252 balita dari total balita yang diukur antropometrinya sebanyak 15.885 balita 20,47 persen.

Sementara iti, Ketua PKK HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid yang mendampingi kunjungan kerja Safriati mengatakan, keberhasilan HSU dalam penurunan angka Stunting dikarenakan kerja sama dan sinergis semua pihak terkait.

“Sekarang ini kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri, perlu kekompakan dan kerja sama dalam menangani permasalahan,” pungkasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.