Bupati Batola Ajukan KUA dan PPAS APBD Perubahan ke DPRD

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS memaparkan rancangan KUPA - PPAS TA 2020 saat rapat paripurna dengan DPRD Batola. (ist).

Marabahan, kalselpos.com – Pemkab Batola rapat paripurna persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2019 dan penyampaian Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Platform Anggaran Sementara (KUA-PPAS) TA 2021,

Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS mengajukan KUA dan PPAS APBD Perubahan TA 2020 kepada DPRD dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Saleh, Wakil Ketua Agung Purnomo dan Hj Arpah.

Bacaan Lainnya

Dia memaparkan rancangan KUPA-PPAS TA 2020 pendapatan daerah secara total mengalami penurunan 4,54 persen atau berkurang Rp 61.306.380.373.

Jika dibanding target pendapatan daerah pada APBD Murni TA 2020 Rp1.351.186.469.437 menjadi Rp1.289.880.089.064.

Penurunan target pendapatan ini terjadi hampir di seluruh kelompok pendapatan daerah seperti PAD turun 15,64 persen atau Rp11.229.660.698 dari Rp71.807.241.437 menjadi Rp60.577.580.739.

Kemudian, dana perimbangan turun 4,72 persen atau Rp 46.008.512.470 dari Rp 974.905.489.000 menjadi Rp 928.896.976.530.

Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah turun 1,34 persen atau Rp 4.068.207.205 dari semula Rp 304.473.739.000 menjadi Rp 300.405.531.795.

Dengan adanya penurunan pendapatan daerah dan penyesuaian penerimaan pembiayaan daerah dari objek penerimaan Silpa tahun sebelumnya, maka total alokasi belanja daerah terkoreksi naik 2,91 persen atau Rp 39.776.147.222,56 dari semula Rp 1.365.336.469.437 menjadi Rp1.405.112.616.659,56.

“Terjadinya perubahan asumsi target pendapatan daerah dan penyesuaian alokasi belanja daerah maka struktur rancangan KUPA-PPAS Perubahan TA 2020 mengalami defisit Rp115.232.527.595,56,” ujarnya, (10/7)20).

Pembiayaan daerah pada rancangan KUPA – PPAS Perubahan TA 2020, ditetapkan penerimaan pembiayaan Rp 139.832.527.595,56, pengeluaran pembiayaan daerah Rp 24.600.000.000 sehingga diperoleh pembiayaan netto Rp 115.232.527.595,56 yang selanjutnya digunakan untuk menutup defisit anggaran sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan menjadi nol alias nihil, sebut Noormiliyani”.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Muliadi