KPK Apresiasi Kinerja Cepat BPN Batola Soal Sertifikasi Tanah

Kepala Kantor BPN Batola saat memberikan cinderamata berupa boneka bekantan kepada Bupati Batola.(ist) acara Penyerahan Sertifikat di di Kantor Diskominfo.(ist)

Marabahan, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batola mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hal kecepatan pembuatan sertifikat tanah di tengah situasi pandemi Covid-19.

 

Bacaan Lainnya

Pemkab dan BPN Batola saat Vicon dengan KPK pada acara Penyerahan Sertifikat di di Kantor Diskominfo.(ist)

“Kinerja BPN Batola dan Pemkab patut diapresiasi dan menjadi contoh kabupaten dan kota lainnya dalam hal melegalisasi bidang pertanahan,”ucap Ketua Satgas Koordinator Supervisi dan Pencegahan KPK Wilayah VIII, Dian Patria, melalui Video Conference (Vicon) pada acara penyerahan sertifikat BPN Batola ke Pemkab berlangsung di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Batola, Jumat (19/06/).

Dian Patria menilai dalam hal kecepatan legalisasi tanah milik daerah sangat penting untuk mencegah para mafia tanah yang memanfaatkan kesempatan.

Karena ada rencana dipindahkannya Ibu Kota Negara ke Kalimantan.

“Kalimantan Selatan yang mencanangkan pintu gerbang ibu kota negara harus kerja cepat mengamankan aset daerah termasuk lahan melalui percepatan sertifikat tanah-tanah daerah,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, dipindahkannya ibu kota negara ke Kalimantan akan memancing bermunculannya para mafia pertanahan.

Oleh sebab itu pemerintah daerah harus mengantisipasi sedini mungkin.

Seperti di Bumi Ije Jela julukan Kabupaten Batola ini hanya dalam berselang tiga bulan sejak pertengahan Februari hingga akhir Mei 2020. BPN Batola berhasil menyelesaikan 304 bidang tanah milik Pemkab, sebut Dian Patria”.

“Padahal kabupaten dan kota lainnya membutuhkan waktu satu tahun untuk 100 sertifikat,” cecarnya.

Dengan selesainya 304 sertifikat bidang tanah tersebut akan membuat pekerjaan BPN Batola semakin ringan karena tinggal 611 dari 1.218 bidang tanah milik Pemkab 50,16 persen lagi yang harus disertifikati.

Pencapaian ini membuat Batola berada di posisi empat di Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai daerah yang rajin membuat sertifikat milik aset daerahnya

“Ini jauh lebih baik dari dua tahun sebelumnya berada di posisi paling bawah,”ujarnya.

Kepala BPN Batola Dr Ahmad Suhaimi S.Sos SH MH,
saat mengikuti Vicon di ruang Command Center Diskominfo Batola mengutarakan tentang keberhasilan Batola dalam menyelesaikan sertifikat tanah ini tak terlepas dari sinergitas yang baik antara BPN Batola dan Bagian Tata Pemerintahan serta Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Batola.

“Pihak Pemkab rela berkantor di BPN Batola untuk memperpendek birokrasi surat menyurat,”
ungkapnya.

Sedangkan penilaian tahun sebelumnya posisi teratas diduduki Banjarbaru yang menyisakan 13 dari total 153 bidang tanah atau 8,5 persen.

Selanjutnya Tanah Laut dengan sisa 530 dari total 1.330 bidang tanah atau 39,80 persen, Balangan di peringkat tiga dengan menyisakan 670 dari total 2.598 bidang tanah atau 25,79 persen.

Urutan terbawah ditempati Tapin dengan menyisakan 1.428 dari total 1.553 bidang tanah atau 91,95 persen.

Disusul Banjarmasin yang memiliki 201 bidang tanah tanpa sertifikat dari total 224 atau 89,3 persen, Tanah Bumbu di peringkat tiga terbawah yang memiliki 3.872 bidang tanah dengan mampu menyelesaikan 87,06 persen atau tersisa 3.371 bidang tanah.

“Pencapaian ini adalah tak terlepas dari sinergitas yang baik antara BPN Batola dan Bagian Tata Pemerintahan Setda dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Batola, sebut Suhaimi”.

Di kesempatan Vicon, juga penyerahan sertifikat tanah langsung ke Bupati Batola Hj Noormiliyani AS dengan disaksikan Ketua Satgas Koordinator Supervisi dan Pencegahan KPK Wilayah VIII.

Usai Vicon, BPN Batola juga memberikan penghargaan kepada Pemkab Batola yang dinilai tercepat dan terbanyak dalam mensertifikatkan tanah daerah di Kalsel tahun 2020.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Muliadi