Kemarau Berkepanjangan, Ratusan Warga Muara Halayung Bergantung pada Bantuan Air Bersih BPBD

Teks Foto : Warga Desa Muara Halayung, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, memanfaatkan bantuan distribusi air bersih dari BPBD Kabupaten Banjar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi sumur yang mulai mengering akibat kemarau.(ist)(kalselpos.com)

BPBD Kabupaten Banjar menyalurkan 10.000 liter air bersih ke Desa Muara Halayung untuk membantu warga yang mengalami krisis air akibat sumur dan sungai asin.

Martapura, Kalselpos.com – Kekeringan yang melanda Desa Muara Halayung, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi sumur yang tidak lagi mampu menyediakan air layak konsumsi memaksa warga mengandalkan bantuan distribusi air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar.

Bacaan Lainnya

 

Bantuan tersebut disambut antusias masyarakat. Pada Sabtu (6/11/2026), tim gabungan BPBD Kabupaten Banjar kembali menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih melalui dua kali pengiriman. Air tersebut didistribusikan ke delapan tandon yang telah disiapkan di desa setempat.

 

Salah seorang warga, Lamsinah (51), mengaku sangat terbantu dengan adanya pasokan air dari pemerintah. Sebelum bantuan tiba, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air dari pedagang keliling yang datang ke desa mereka.

 

Menurutnya, harga air mencapai Rp5.000 untuk setiap jeriken. Pengeluaran tersebut tentu menjadi beban tersendiri, terutama ketika kebutuhan air bersih meningkat selama musim kemarau.

 

Ia menjelaskan, sumur bor yang tersedia di desa sebenarnya masih dapat digunakan, tetapi kualitas airnya kurang baik karena terasa asin. Air tersebut hanya dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci, sedangkan untuk kebutuhan konsumsi warga harus mencari sumber air lain.

 

Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat lainnya. Bahkan, air sungai yang berada di sekitar permukiman sudah berubah menjadi asin sehingga tidak dapat menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih.

 

Kepala Lingkungan Desa Muara Halayung, Syahrani, mengatakan dampak kekeringan dirasakan sekitar 320 kepala keluarga atau kurang lebih 1.200 jiwa.

 

Ia menyebutkan, keterbatasan sumber air layak konsumsi membuat bantuan dari BPBD memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Syahrani pun menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penyaluran air bersih yang terus dilakukan pemerintah daerah.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 86 desa yang terdampak kekeringan dan masih memerlukan suplai air bersih.

 

Untuk menjangkau wilayah terdampak, BPBD Kabupaten Banjar mengoperasikan tujuh unit truk tangki yang masing-masing memiliki kapasitas 5.000 liter. Armada tersebut dikerahkan secara bergantian setiap hari guna memastikan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi.

 

Wasis menyampaikan, pendistribusian dilakukan berulang kali ke sejumlah titik karena kondisi kekurangan air bersih masih terjadi di berbagai desa. Secara keseluruhan, volume air yang telah disalurkan BPBD Kabupaten Banjar mencapai sekitar 4,7 juta liter.

 

Distribusi air bersih ini diharapkan dapat terus membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau. Selain meringankan beban pengeluaran warga, bantuan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan rumah tangga selama sumber air setempat belum kembali normal.

 

 

Pos terkait