Kadar garam air baku di Intake Sungai Bilu milik PAM Bandarmasih mulai turun hingga 500 ppm setelah hujan mengguyur Kota Banjarmasin.
BANJARMASIN, Kalselpos.com – Hujan yang mengguyur Kota Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir membawa kabar baik bagi pelayanan air bersih. Kadar garam air baku di Intake Sungai Bilu milik PAM Bandarmasih mulai menurun hingga 500, setelah sebelumnya mengalami peningkatan.
Meski menunjukkan perbaikan, kondisi air baku masih berfluktuasi, terutama ketika air pasang. PAM Bandarmasih pun tetap melakukan pemantauan dan mengatur pemanfaatan sumber air untuk menjaga kontinuitas pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Operasional PAM Bandarmasih, Irwan Firmana, mengatakan penurunan kadar garam tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya perusahaan menjaga ketersediaan air bersih bagi pelanggan.
“Alhamdulillah, hujan yang turun beberapa hari terakhir berdampak terhadap kondisi air baku di Intake Sungai Bilu. Kadarnya sudah turun menjadi 500 ppm, meski masih berfluktuasi ketika air pasang kembali naik,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, PAM Bandarmasih masih meminta dukungan suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pramuka sebesar 1.400 meter kubik per jam.
Suplai tambahan tersebut diperlukan terutama ketika kadar garam air baku di Intake Sungai Bilu kembali meningkat sehingga pemanfaatannya belum bisa dioptimalkan.
Sebaliknya, saat kondisi air baku membaik, PAM Bandarmasih akan langsung memaksimalkan pengambilan air dari Intake Sungai Bilu untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Kalau kondisi air baku sedang bagus, kami langsung memaksimalkan Intake Sungai Bilu untuk mendukung pelayanan di wilayah Banjarmasin Barat, Banjarmasin Tengah, serta kawasan Jalan S. Parman di sebelah kiri,” ucapnya.
Ia berharap hujan yang terus mengguyur Banjarmasin dapat membantu menekan kadar garam air baku secara berkelanjutan. Dengan kondisi tersebut, proses pengolahan dan distribusi air bersih diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.
PAM Bandarmasih juga terus memantau perubahan kualitas air baku, khususnya saat air pasang, serta menyesuaikan pengoperasian sumber air yang tersedia agar pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.
“Kami berharap dengan turunnya hujan ini, kondisi air baku semakin membaik, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa kembali maksimal,” pungkasnya.





