Dari Sunyi Menuju Suara, Harapan Baru Dua Anak di RSUD Ratu Zalecha

Teks Foto : Sekda Kabupaten Banjar H Yudi Andrea menyapa dan berjabat tangan dengan dua anak penerima layanan aktivasi implan koklea di RSUD Ratu Zalecha Martapura, didampingi orang tua dan tim medis. (ist)(kalselpos.com)

RSUD Ratu Zalecha Martapura sukses melakukan aktivasi implan koklea bagi dua anak penderita gangguan pendengaran sejak lahir.

Martapura, Kalselpos.com – Sebuah langkah kecil menuju dunia yang lebih penuh suara tengah diperjuangkan dua anak di Kabupaten Banjar. Setelah menjalani operasi penanaman implan koklea, keduanya kini memasuki tahap penting, yakni aktivasi perangkat pendengaran yang diharapkan membantu mereka mengenali suara dan mengembangkan kemampuan berbicara.

Bacaan Lainnya

 

Proses tersebut berlangsung di RSUD Ratu Zalecha Martapura, Rabu (7/10/2026). Dua pasien anak berusia 8 tahun dan 2 tahun menjalani aktivasi implan koklea setelah sebelumnya diketahui mengalami gangguan pendengaran saraf berat pada kedua telinga sejak lahir.

 

Kondisi tersebut turut memengaruhi perkembangan kemampuan bicara keduanya. Karena itu, aktivasi implan menjadi bagian penting dalam rangkaian penanganan yang diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi tumbuh kembang mereka.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, yang menyaksikan langsung proses aktivasi, memberikan apresiasi terhadap layanan yang dikembangkan RSUD Ratu Zalecha.

 

Menurutnya, pelayanan tersebut menunjukkan adanya upaya nyata rumah sakit daerah dalam menghadirkan penanganan medis bagi anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran sejak lahir.

 

“Pemkab Banjar tentu memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada manajemen rumah sakit dan tim dokter spesialis THT yang telah bekerja keras menyelenggarakan layanan medis ini. Kita berharap, dengan diaktifkannya implan koklea ini, anak-anak kita dapat kembali mendengar dengan baik, bisa belajar berbicara, serta tumbuh dan berkembang secara optimal untuk meraih masa depan mereka,” ujar Yudi.

 

Direktur Utama RSUD Ratu Zalecha Martapura, Arief Rachman, menjelaskan aktivasi yang dilakukan kali ini merupakan tahapan lanjutan setelah pasien menjalani operasi penanaman komponen implan di dalam tubuh.

 

“Jadi sebelumnya sudah dilakukan operasi penanaman di dalam kulit oleh dokter-dokter spesialis. Hari ini dipasang prosesor di luarnya karena sudah dipasang implan di dalamnya,” jelasnya.

 

Dalam proses aktivasi, perangkat tidak langsung diberikan dengan tingkat suara tinggi. Tim medis terlebih dahulu mengatur perangkat pada level rendah, kemudian meningkatkannya secara bertahap dengan mempertimbangkan respons masing-masing pasien.

 

Tahap berikutnya dilakukan pemetaan atau mapping. Pengaturan ini bertujuan menyesuaikan perangkat dengan respons pendengaran pasien sehingga suara yang diterima dapat berada pada tingkat yang sesuai.

 

Tim Dokter Spesialis THT-KL RSUD Ratu Zalecha, dr Sri Sofia Wahyuni, didampingi dr Juliansyih Safitri, mengatakan intervensi sedini mungkin sangat penting bagi anak dengan gangguan pendengaran.

 

Terlebih bagi anak di bawah usia tiga tahun yang masih berada dalam periode emas perkembangan. Implan koklea sendiri dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang guna memberikan stimulasi pendengaran sehingga anak dapat belajar mengenali suara dan mengembangkan kemampuan berbicara.

 

Namun, keberhasilan penanganan tidak berhenti pada operasi maupun pemasangan perangkat. Menurut tim medis, terapi pascaoperasi justru menjadi bagian penting dari perjalanan pasien.

Anak perlu menjalani terapi bicara secara rutin. Dukungan orang tua di rumah juga sangat dibutuhkan untuk membantu melatih anak sekaligus memantau perkembangan kemampuan komunikasinya.

 

Di sisi lain, biaya perangkat implan koklea yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga pasien. Saat ini, perangkat tersebut belum dijamin oleh BPJS Kesehatan.

 

Meski demikian, komitmen keluarga untuk memberikan kesempatan terbaik bagi anak mendapat apresiasi dari tim medis.

 

“Semakin dini terdeteksi dan diintervensi, hasilnya akan semakin bagus karena mengejar masa emas tumbuh kembang anak,” kata dr Sri Sofia.

 

Aktivasi implan koklea di RSUD Ratu Zalecha bukan sekadar prosedur medis. Bagi dua anak tersebut dan keluarganya, tahapan ini menjadi awal dari perjalanan panjang untuk mengenal suara, belajar berkomunikasi, dan mengejar tumbuh kembang yang lebih optimal.

 

 

Pos terkait