Anggota DPR RI tekankan Nilai Pancasila, UUD 1945 dan NKRI di tengah Ancaman Karhutla

Teks Foto []istimewa SOSIALISASI - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Hj Mariana Abidin mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam Sosialisasi Ketetapan MPR dan peraturan perundang-undangan di Pendopo Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tala, Selasa (15/9/2026).(kalselpos.com)

Anggota DPR RI Hj Mariana Abidin mengajak warga Tanah Laut memperkuat nilai kebangsaan, menjaga stabilitas, serta mencegah Karhutla saat kemarau.

Banjarmasin, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Hj Mariana Abidin S.AB MM, mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Beliau menyampaikan pesan penting tersebut dalam sebuah acara resmi pada Selasa (15/09/2026). Saat itu, beliau menghadiri Sosialisasi Ketetapan MPR di Pendopo Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Ratusan warga setempat hadir dan mengikuti jalannya sosialisasi dengan antusias.

Selanjutnya, Hj Mariana mengingatkan warga untuk selalu memahami nilai-nilai luhur Pancasila. Warga juga perlu mengamalkan nilai Undang-Undang Dasar 1945 dan menjaga keutuhan NKRI. Menurut beliau, masyarakat wajib mewujudkan nilai kebangsaan lewat sikap saling menjaga keamanan. Kerukunan antarwarga menjadi kunci utama terciptanya kenyamanan di lingkungan tempat tinggal.

“Marilah kita bersama-sama bahu-membahu menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan sesama. Kita juga harus memberikan kontribusi nyata dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Di samping itu, beliau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga harus bersiap menghadapi ancaman kekeringan yang mulai melanda. Oleh karena itu, Hj Mariana mengimbau warga agar tidak membakar lahan secara sembarangan. Langkah ceroboh tersebut bisa memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas.

Akhirnya, beliau menekankan bahwa dampak karhutla sangat merugikan kehidupan masyarakat luas. Bencana kabut asap dapat merusak sektor kesehatan, perekonomian, hingga aktivitas pendidikan anak sekolah. Dengan demikian, kesadaran bersama menjadi modal utama untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

 

 

Pos terkait