Harjad ke-500 Banjarmasin tanpa Pesta, Pemko pilih Solidaritas di Tengah Musibah

Teks foto : Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR.(kalselpos.com)

Pemko Banjarmasin membatalkan perayaan hiburan Harjad ke-500 sebagai wujud empati atas bencana karhutla hingga tragedi KM Virgo Transport 8.

BANJARMASIN, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan meniadakan seluruh rangkaian perayaan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan. Pemerintah mengambil langkah ini di tengah situasi duka dan berbagai musibah yang melanda sejumlah daerah. Saat ini, masyarakat masih menghadapi bencana alam, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga tragedi KM Virgo Transport 8.

Oleh karena itu, Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR menyebut keputusan membatalkan perayaan lima abad ini bukan perkara mudah. Sebab, panitia telah melakukan berbagai persiapan jauh hari dan masyarakat pun telah menantikan momen bersejarah tersebut.

“Keputusan ini tidak mudah, tetapi kami mengambilnya dengan hati dan rasa kebersamaan. Lima ratus tahun Banjarmasin adalah perjalanan penuh makna yang ingin kita sambut dengan suka cita,” ujar Yamin.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah. Apalagi, sejumlah wilayah di Indonesia saat ini sedang menghadapi peristiwa berat.

Selanjutnya, Yamin menyinggung bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Di sisi lain, masyarakat Kalimantan Selatan juga masih menghadapi dampak karhutla yang merusak kualitas udara serta kesehatan.

Bahkan, polusi asap tersebut telah memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pelajar dan warga. Masalah kekeringan juga membuat sebagian warga kesulitan memperoleh air bersih.

Kemudian, duka mendalam kembali menyelimuti warga akibat tragedi KM Virgo Transport 8. Hingga hari ini, banyak pihak keluarga masih cemas menanti kabar keselamatan anggota keluarga mereka.

“Negeri ini sedang melewati peristiwa berat. Terbaru adalah tragedi KM Virgo 8 yang mana pihak keluarga masih menanti kabar keselamatan korban,” ucapnya.

Atas berbagai pertimbangan sosial tersebut, Pemko Banjarmasin resmi menghapus kegiatan Harjad ke-500 yang bersifat hiburan.

Yamin menyadari bahwa keputusan mendadak ini mengecewakan banyak pihak. Padahal, para pelaku usaha dan panitia telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut momentum lima abad Kota Banjarmasin.

Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pihak terkait. Mereka telah bekerja keras dan menggantungkan harapan besar pada rangkaian perayaan tersebut.

“Banyak pihak sudah bekerja keras mempersiapkan diri dan menggantungkan harapan pada kegiatan itu. Namun kami percaya, sebuah kota tidak menjadi besar karena perayaan, melainkan karena ketangguhan warganya,” tegas Yamin.

Meskipun pesta hiburan batal, ia memastikan makna perjalanan 500 tahun Banjarmasin tidak akan hilang. Momentum lima abad ini justru menjadi kesempatan baik untuk menggelar kegiatan yang lebih sederhana dan penuh empati.

“Mungkin tahun ini kita tidak membuat perayaan mewah seperti rencana awal. Sebaliknya, kita akan memperingati momentum ini dengan cara yang lebih berarti dan bermakna,” ujarnya.

Akhirnya, Yamin kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah merancang rangkaian Harjad ke-500 Banjarmasin.

“Kepada seluruh pihak, saya menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas keputusan ini. Melalui empati, mari kita kirimkan doa terbaik untuk mereka yang tertimpa musibah,” ucapnya.

Menurut Yamin, sejarah panjang Banjarmasin selama lima abad tidak akan berkurang sedikit pun walau tanpa hiburan.

“Sejarah Banjarmasin tidak menjadi kecil hanya karena tidak dirayakan. Justru dalam keadaan sulit seperti ini, kita harus bergandengan tangan dan saling menguatkan,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait