Cegah Krisis Mental Remaja, Pemko Banjarmasin dorong Pelajar jadi pelopor dan pelapor

Teks foto :Edukasi bertema “Kesehatan Mental Remaja” digelar di Musala SMAN 6 Banjarmasin.(kalselpos.com)

DP3A Banjarmasin menggelar edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMAN 6 Banjarmasin guna dorong peran siswa sebagai Pelopor dan Pelapor (2P).

BANJARMASIN, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak. Salah satu langkahnya adalah memberikan edukasi kesehatan mental kepada kalangan remaja.

Pemerintah menggelar edukasi bertema “Kesehatan Mental Remaja” di Musala SMAN 6 Banjarmasin, Kamis (3/9/2026) pukul 09.00 Wita. Para pelajar antusias mengikuti kegiatan yang menghadirkan Kepala SMAN 6 Banjarmasin dan Anandyta Amalia sebagai narasumber.

Melalui kegiatan ini, narasumber mengajak siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan mental. Siswa juga belajar mengenali berbagai persoalan psikologis remaja serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, M Ramadhan, mengatakan bahwa penguatan kesehatan mental mendongkrak kualitas hidup anak. Langkah ini juga mewujudkan komitmen Pemko Banjarmasin sebagai Kota Layak Anak sesuai Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 9 Tahun 2025.

“Kegiatan ini meningkatkan kualitas hidup anak sekaligus mewujudkan Banjarmasin sebagai Kota Layak Anak,” ujar Ramadhan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa sendirian memenuhi hak dan melindungi anak. Sekolah, keluarga, masyarakat, hingga anak-anak harus saling bekerja sama.

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak memerlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, serta anak-anak itu sendiri,” katanya.

Ramadhan berharap edukasi ini membekali para pelajar agar tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, percaya diri, dan berkarakter. Anak-anak juga harus mampu menghargai sesama serta memiliki kesempatan mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.

Selain menerima edukasi, para siswa harus mengambil peran menciptakan lingkungan yang aman. Caranya adalah menguatkan peran 2P, yakni Pelopor dan Pelapor.

Peran pelopor mendorong anak berani mengajak temannya melakukan hal positif. Sementara itu, peran pelapor melatih anak berani melaporkan persoalan yang mengancam hak dan keselamatan anak di sekitarnya.

“Kita ingin anak-anak Banjarmasin tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, percaya diri, dan berkarakter,” ucap Ramadhan.

Ia berharap siswa tidak sekadar memahami materi di ruang kegiatan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Siswa dan siswi harus lebih aktif berpartisipasi sebagai Pelopor dan Pelapor,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait