BWS Kalimantan III menerjunkan ekskavator amfibi untuk mengeruk pengerukan sedimentasi aliran sungai di bawah Jembatan Babirik, HSU.
Amuntai, kalselpos.com –
Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III menerjunkan alat berat ekskavator amfibi untuk menangani sedimentasi aliran sungai di bawah Jembatan Babirik, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Bupati HSU H Sahrujani dan Wakil Bupati HSU Hero Setiawan meninjau langsung pengendalian endapan material sungai tersebut baru-baru ini. Mereka didampingi oleh sejumlah pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada dinas terkait dan BWS Kalimantan III. Instansi tersebut telah mendukung pengangkatan material yang memicu pendangkalan sungai di perairan Jembatan Babirik.
“Kami mengapresiasi gerak cepat jajaran PUPR HSU. Mereka segera menindaklanjuti instruksi dengan berkoordinasi bersama BWS Kalimantan III sehingga penanganan menggunakan alat yang sesuai,” ujar Bupati.
Ia mengakui penanganan sedimentasi sungai di Kabupaten HSU memerlukan dukungan berbagai pihak. Kerja sama dengan BWS Kalimantan III menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui BWS sangat penting. Khususnya dalam menangani persoalan infrastruktur dan aliran sungai pada titik-titik kritis,” ucapnya.
Ia menegaskan pentingnya penanganan cepat karena sedimentasi mengurangi kapasitas tampung air dan memicu banjir. Penanganan yang sigap akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Wakil Bupati HSU Hero Setiawan menambahkan bahwa pemerintah daerah harus menormalisasi sungai-sungai yang mendangkal. Langkah ini menjaga kelancaran aliran air dan mendukung aktivitas warga di kawasan Pasar Babirik.
“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelancaran aliran sungai. Langkah ini mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas,” pungkasnya.





