Tekan inflasi, Pemkab Kotabaru buka bazar luncurkan aplikasi Kepo dan Kios Jukung Pangan

Teks: Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar gerakan nyata pengendalian harga lewat Bazar Dagang 2026, peluncuran aplikasi KEPO, dan peresmian Kios Jukung Pangan.(kalselpos.com)

Pemkab Kotabaru menggelar Bazar Dagang 2026, meluncurkan aplikasi KEPO, dan meresmikan Kios Jukung Pangan guna menjaga stabilitas harga sembako.

Kotabaru, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar gerakan nyata pengendalian harga untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mereka meluncurkan Bazar Dagang 2026, aplikasi KEPO, dan Kios Jukung Pangan pada Kamis (20/8/2026) pagi. Tiga program strategis ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan pokok warga tetap terjangkau.

Wakil Bupati Syairi Mukhlis membuka secara resmi seluruh rangkaian acara di Halaman Pasar Limbur Raya Kotabaru. Ajang Bazar Dagang 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari hingga 22 Agustus 2026. Sebanyak 49 stan dari berbagai instansi, perbankan, pelaku UMKM, serta distributor ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Melalui bazar ini, masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga yang jauh lebih murah. Selain transaksi jual beli, panitia juga menggelar sosialisasi permodalan UMKM dan pembagian hadiah. Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli bahkan hadir langsung untuk berbelanja sebagai bentuk dukungan nyata kepada pelaku usaha.

Pemerintah daerah juga meluncurkan aplikasi KEPO atau Kebutuhan Pokok Kotabaru sebagai puncak inovasi. Aplikasi ini menyajikan data pembaruan harga harian komoditas penting di pasar tradisional secara transparan. Kehadiran teknologi ini memudahkan warga membandingkan harga sekaligus membantu pemerintah memantau fluktuasi pasar secara real time.

Bersamaan dengan itu, Kios Jukung Pangan resmi beroperasi untuk menyasar masyarakat pesisir dan kepulauan. Program hasil sinergi dengan Bank Indonesia Kalsel ini memotong rantai distribusi barang pokok seperti beras, minyak, dan telur. Langkah tersebut menjadi solusi cerdas untuk menekan biaya angkut yang tinggi di wilayah perairan.

Upaya keras ini membuahkan hasil positif dengan penurunan angka inflasi Kotabaru menjadi 3,41% pada Juli 2026. Wakil Bupati Syairi Mukhlis menegaskan bahwa kunci stabilitas harga terletak pada kelancaran produksi dan distribusi pangan. Oleh karena itu, pemerintah juga berencana membangun kembali beberapa pasar yang rusak, termasuk proyek Pasar Ikan pada tahun 2027 mendatang.

 

 

Pos terkait