Asap makin Pekat, Pemkot Banjarbaru evaluasi Kebijakan Peliburan Pelajar

Teks Foto:  []istimewa PANTAU TITIK API - Wali Kota Banjarbaru, Hj Lisa Halaby, melaksanakan kegiatan keliling memantau titik api di wilayah Landasan Ulin dan Liang Anggang, Selasa (18/8/2026), pukul 16.30 Wita.(kalselpos.com)

Wali Kota Banjarbaru Hj Lisa Halaby meminta jajaran terkait meningkatkan penanganan karhutla seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Banjarbaru, kalselpos.com– Wali Kota Banjarbaru, Hj Lisa Halaby, meminta seluruh jajaran terkait meningkatkan penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul kondisi asap yang semakin pekat dan kualitas udara yang dinilai tidak bersahabat.

Bacaan Lainnya

 

 

Dia mengatakan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan pelajar.

 

“Situasi kondisi kualitas udara yang semakin tidak bersahabat ini riskan berdampak kepada keselamatan dan kesehatan,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).

 

Ia mengapresiasi petugas BPBD, relawan, TNI dan Polri serta seluruh pihak yang turut berjibaku siang dan malam melakukan mitigasi serta penanggulangan karhutla.

Upaya sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.

 

Kapolres Banjarbaru juga turun langsung ke lapangan memantau penanganan Karhutla. Ia mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap.

 

Pemkot Banjarbaru berkoordinasi dengan Pemprov Kalsel dan daerah sekitar. Dinas Pendidikan bersama BPBD juga mengevaluasi kemungkinan peliburan siswa apabila kualitas udara membahayakan. Rapat bersama kepala sekolah digelar, Rabu pagi.

 

Sementara itu, Dinas Kesehatan mengoptimalkan PSC 119 dan Puskesmas, terutama bagi masyarakat terdampak di Pengayuan dan Liang Anggang.

 

Lisa mengajak masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla dan berharap hujan segera turun di Banjarbaru serta wilayah Kalsel.

 

 

Pos terkait