Pemprov Kalsel memperluas akses listrik bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui bantuan sambungan listrik baru APBN 2026.
Banjarmasin, kalselpos.com– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu melalui program pemasangan sambungan listrik baru.
Pada 2026, sekitar 1800 pelanggan baru dari kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menjadi sasaran bantuan yang bersumber dari APBN.
Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, H Rahmat Endarto, mengatakan survei calon penerima bantuan saat ini dilakukan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM di sejumlah daerah.
“Targetnya sekitar 1800 pelanggan baru dengan kategori MBR,” katanya, usai rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kalsel, Selasa (4/8/2026), di Banjarmasin.
Wilayah yang menjadi sasaran survei meliputi Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai dan Tanah Laut. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan akses listrik, khususnya bagi masyarakat yang belum menikmati jaringan listrik.
Endarto menegaskan, bantuan sambungan listrik baru tidak diberikan secara umum. Penerima harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berasal dari keluarga miskin, memiliki rumah sendiri serta mengantongi surat keterangan miskin dari pemerintah desa yang diketahui pemerintah kabupaten.
Sementara program yang dibiayai APBD Kalsel pada 2026 telah direalisasikan di Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Sebanyak 14 desa telah selesai dipasang jaringan dan sambungan listrik.
Jika target belum terpenuhi, program pemasangan sambungan baru akan kembali diupayakan pada 2027.





