Raih Gelar Doktor di ULM, Acil Odah Lulus Sangat Memuaskan

Teks foto : Hj. Raudatul Jannah (Acil Odah) saat memaparkan disertasi di hadapan tim penguji Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kamis (16/7/2026) dan berfoto bersama tim penguji usai resmi menyandang gelar Doktor. (Foto: Istimewa)(kalselpos.com)

Hj. Raudatul Jannah (Acil Odah) resmi meraih gelar Doktor dari ULM dengan predikat Sangat Memuaskan usai meneliti.

Banjarmasin, kalselpos.com – Hj. Raudatul Jannah, atau yang lebih akrab disapa Acil Odah, resmi menyelesaikan Program Studi Doktor (S3) Studi Pembangunan, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini dinyatakan lulus setelah menjalani ujian akhir disertasi pada Kamis (16/7/2026) di ruang Lecture Mini FEB ULM.

Bacaan Lainnya

 

Di hadapan tim penguji yang dipimpin oleh Dr. Ir. Pahmi Ansyari, Acil Odah mampu menjawab dengan lugas berbagai pertanyaan yang diajukan oleh Tim Penguji Internal maupun Eksternal.

 

Dalam disertasinya, ia mengangkat persoalan stunting dengan judul “Mediasi Kinerja Kader Posyandu dalam Pengaruh Organizational Citizenship Behavior, Penghargaan, dan Pelatihan Terhadap Keberhasilan Penurunan Stunting di Kabupaten Barito Kuala.”

 

Keberhasilan Penurunan Stunting di Kabupaten Barito Kuala (Batola) dipilih sebagai lokus penelitian karena dinilai cukup berhasil dalam menekan prevalensi kasus stunting secara signifikan selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkan, angka stunting di Batola tercatat sebesar:

 

Tahun 2022: 33,6%

 

Tahun 2023: 15,9%

 

Tahun 2024: 16,5%

 

Tahun 2025: 8,2%

 

Melalui pendekatan Organizational Citizenship Behavior (OCB), kinerja kader Posyandu di Kabupaten Batola terbukti meningkat dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Hal ini berimplikasi positif terhadap efektivitas program pemerintah dalam menangani prevalensi stunting.

 

Penelitian ini mendapatkan apresiasi positif dari para penguji. Prof. Dr. L. Rini Sugiarti, S.Psi., M.Si., selaku penguji eksternal dari Universitas Semarang, mengaku puas dengan jalannya sidang.

 

“Alhamdulillah, saya pribadi hari ini sebagai penguji eksternal merasa puas dengan paparan Ibu Raudatul. Semoga ini bisa menjadi bahan pembanding untuk daerah lainnya yang variabel kultur budayanya berbeda,” ucap Prof. Rini.

 

Apresiasi senada juga datang dari Ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Budi Suryadi, M.Si. Ia mengaku senang dengan presentasi Hj. Raudatul Jannah yang dinilai kritis dan berani memberikan masukan konstruktif kepada pembuat kebijakan.

 

“Semoga hasil diskusi hari ini segera ditindaklanjuti oleh pemerintah, karena hasil penelitian ini bukan hanya untuk menjadi penghias perpustakaan universitas,” tegas Prof. Budi.

 

Setelah sesi tanya jawab pada Sidang Terbuka tersebut selesai, Tim Penguji menggelar rapat internal. Hasilnya, Pimpinan Sidang Dr. Ir. Pahmi Ansyari mengumumkan bahwa Hj. Raudatul Jannah lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

 

Sidang Terbuka ini juga menjadi perhatian banyak pihak dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Kalimantan Selatan. Di antaranya adalah:

 

H. Supian HK (Ketua DPRD Provinsi Kalsel)

 

H. Sahbirin Noor (Mantan Gubernur Kalsel)

 

Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si. (Rektor ULM)

 

H. Sandi Fitrian Noor (Anggota Komisi VIII DPR RI)

 

H. Achmad Maulana

 

Hj. Syarifah Rugayah (Anggota DPRD Provinsi Kalsel)

 

Arifin Noor (Mantan Wakil Wali Kota Banjarmasin)

 

Selain para tokoh tersebut, hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Kepala DPMD Kalsel, perwakilan BKKBN Kalsel, serta Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Batola beserta jajarannya.

 

 

 

Pos terkait