Kampung Ketupat memprihatinkan, Pemko Banjarmasin siap ambil alih pengelolaan

Teks foto : Kampung Ketupat Banjarmasin.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Masa depan destinasi wisata Kampung Ketupat di Jalan Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, kini berada dalam sorotan. Pemerintah Kota Banjarmasin berencana mengambil alih pengelolaan kawasan wisata tersebut dari pihak ketiga menyusul kondisi aset yang dinilai semakin memprihatinkan dan belum terpenuhinya sejumlah kewajiban pengelola.

 

Bacaan Lainnya

Destinasi yang sebelumnya digadang-gadang menjadi ikon wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif masyarakat itu kini terlihat jauh dari harapan. Berbagai fasilitas mengalami kerusakan, bangunan berbahan bambu mulai lapuk dimakan usia, dan aktivitas wisata yang dulu ramai kini nyaris tidak terlihat.

 

Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, mengaku prihatin melihat kondisi aset milik pemerintah daerah yang dinilai tidak terawat. Ia juga menyoroti kewajiban pihak pengelola yang disebut belum memenuhi pembayaran kontribusi kepada pemerintah daerah selama dua tahun terakhir.

 

“Kita sangat menyayangkan. Dalam kontrak sudah ada kewajiban yang harus dipenuhi, termasuk pembayaran setiap tahun kepada pemerintah daerah,” ujar Yamin.

 

Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah disepakati dalam perjanjian kerja sama. Karena itu, Pemko Banjarmasin tidak dapat membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut tanpa kejelasan.

 

“Setiap aset pemerintah yang dikelola pihak ketiga wajib memberikan manfaat, baik bagi masyarakat maupun kontribusi bagi daerah,” tegasnya.

 

Selain persoalan administrasi dan kontribusi daerah, kondisi fisik kawasan juga menjadi perhatian serius. Sejumlah bangunan yang didominasi material bambu tampak mulai rapuh akibat minimnya perawatan. Kondisi tersebut bahkan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung apabila tidak segera ditangani.

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemko Banjarmasin telah meminta instansi terkait melakukan penanganan sementara terhadap fasilitas yang dianggap berisiko, sembari menunggu kepastian dari pihak pengelola mengenai kelanjutan kerja sama.

 

Diketahui, masa kontrak pengelolaan Kampung Ketupat hanya tersisa beberapa bulan lagi. Pemerintah daerah pun akan segera meminta sikap tegas dari pengelola, apakah ingin melanjutkan kerja sama atau memilih mengakhiri pengelolaan kawasan wisata tersebut.

 

Yamin menegaskan, apabila tidak ada kepastian maupun komitmen untuk memperbaiki kondisi kawasan, Pemko Banjarmasin siap mengambil alih pengelolaan Kampung Ketupat secara penuh.

 

“Kalau tidak diteruskan, tentu akan kita ambil alih. Kita akan pelihara kembali dan bekerja sama dengan warga sekitar agar destinasi ini bisa hidup lagi,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait