MUI Kalsel Gelar Mukerda I dan Dialog Kebangsaan, Perkuat Solidaritas di Tengah Era Ketidakpastian

Teks Foto : Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan, KH Ahmad Syairizi, saat memberikan sambutan. (Hafidz)(kalselpos.com)

Banjarbaru,Kalselpos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I dan Dialog Kebangsaan Masa Khidmah 2026–2031 di Banjarbaru.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Solidaritas Kebangsaan di Era Ketidakpastian” sebagai upaya memperkuat peran ulama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global.

 

Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan, KH Ahmad Syairizi, SM, dalam sambutannya menegaskan bahwa Mukerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk merumuskan arah perjuangan dan program kerja MUI lima tahun ke depan.

 

“Musyawarah bukan sekadar agenda rutin belaka. Musyawarah adalah jalan menuju keberkahan. Melalui Mukerda ini kita menyusun langkah-langkah strategis yang akan menjadi pedoman MUI dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada umat dan bangsa,” ujarnya.

 

Menurut KH Ahmad Syairizi, Mukerda menjadi sarana untuk menyusun berbagai agenda prioritas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa MUI harus terus hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

 

 

“MUI harus terus hadir di tengah masyarakat, mulai dari persoalan sosial, keagamaan hingga kebangsaan. Di era global yang penuh tantangan ini, kami berupaya menjadi penengah terhadap berbagai isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan maupun dampak negatif bagi kehidupan bermasyarakat,” katanya.

 

Ia juga mengajak seluruh peserta Mukerda untuk berkontribusi aktif memberikan gagasan dan pemikiran terbaik demi memperkuat peran MUI di Kalimantan Selatan selama masa khidmah 2026–2031.

 

“Saya berharap seluruh peserta dapat memberikan ide-ide brilian dan masukan konstruktif untuk merumuskan program-program terbaik lima tahun ke depan, sehingga MUI semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas,” tambahnya.

Selain agenda musyawarah kerja, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Dialog Kebangsaan yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan.

 

Dialog ini menjadi wadah untuk membahas tantangan kebangsaan sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.

 

Salah satu narasumber yang hadir adalah Dr. Hanif Faisol, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional sebagai salah satu fondasi utama menjaga stabilitas bangsa di tengah ketidakpastian global.

 

Menurut Hanif Faisol, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, dan kemampuan menghadapi berbagai krisis yang mungkin terjadi di masa mendatang.

 

Karena itu, kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama, dinilai sangat penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

 

Melalui pelaksanaan Mukerda I dan Dialog Kebangsaan ini, MUI Kalimantan Selatan diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang konkret, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran ulama sebagai penjaga harmoni, persatuan, dan ketahanan bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait