Ungkap 18 Kebakaran di Tabalong, Polres Gandeng Labfor Polda Kalsel 

Teks foto Anggota Polres Tabalong saat melakukan indifitikasi di TKP kebakaran. (ist)(kalselpos.com)

Tanjung, kalselpos.com – Rentetan peristiwa kebakaran yang melanda Kabupaten Tabalong dalam beberapa bulan terakhir memicu spekulasi di masyarakat jika ada kesengajaan orang yang tidak bertanggung jawab membakar.

Terlebih beberapa rumah yang terbakar adalah rumah kosong yang tidak dihuni, ramai juga beredar video amatir berdurasi singkat beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga dan relawan menemukan sisa kain spanduk serta pakaian bekas yang telah hangus terbakar di area bawah lantai rumah panggung yang kosong. Bau menyengat bahan bakar minyak (BBM) jenis solar atau pertalite pun tercium kuat di lokasi kejadian, memperkuat dugaan bahwa bangunan tersebut sengaja hendak dibakar.

Bacaan Lainnya

 

 

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Februari hingga Juni 2026, tercatat sedikitnya sudah terjadi 18 peristiwa kebakaran di sejumlah wilayah Bumi Saraba Kawa.

 

 

Merespons fenomena yang meresahkan warga ini, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., langsung mengambil tindakan cepat dengan memimpin rapat mendadak di ruang kerjanya pada Kamis (11/6) siang.

 

 

Rapat strategis tersebut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Tabalong guna memetakan pola kejadian dan mencari solusi penanganan.

 

 

Demi menguak tabir di balik maraknya amukan si jago merah, Satreskrim Polres Tabalong mengambil langkah progresif dengan mendatangkan langsung Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Kalimantan Selatan.

 

 

Tim ahli ini diterjunkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta analisis ilmiah di sejumlah lokasi kebakaran.

 

Berdasarkan data kepolisian, Kecamatan Tanta menjadi wilayah paling misterius sekaligus rawan dengan catatan 12 kasus kebakaran. Menyusul Kecamatan Murung Pudak dengan 5 kasus, dan Kecamatan Tanjung sebanyak 1 kasus.

Dari belasan kasus tersebut, polisi kini mempersempit fokus penyelidikan pada beberapa titik yang dinilai memiliki pola tidak wajar.

“Dari hasil pemaparan Kapolsek Tanta, terdapat sembilan kejadian yang mendapat perhatian khusus. Dari jumlah itu, lima kejadian di antaranya kini menjadi atensi utama kami untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran,” ungkap Kapolres Tabalong melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H.

 

 

Langkah mendatangkan Tim Labfor Polda Kalsel ini diharapkan mampu menjawab apakah rentetan kebakaran ini murni akibat kelalaian seperti korsleting listrik atau ada faktor kesengajaan lain yang bermotif kriminal.

Sembari menunggu hasil analisis ilmiah dari Tim Labfor, Polres Tabalong langsung memasang mode waspada penuh. Polisi mencermati bahwa mayoritas api mengamuk pada malam hari dan menyasar bangunan tertentu.

Menyikapi pola tersebut, Kabag Ops Polres Tabalong Kompol Abdul Fatah, S.Pd., M.M., langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Kapolsek jajaran untuk memperketat ruang gerak potensi ancaman.

“Kami perintahkan seluruh jajaran berkoordinasi dengan Forkopimca untuk mengaktifkan kembali Satkamling. Petugas di lapangan juga diminta bergerak cepat menginventarisasi rumah-rumah kosong atau tidak berpenghuni,” tegas Kompol Abdul Fatah.

 

 

Pihak kepolisian juga menggandeng PLN untuk memeriksa instalasi listrik di rumah-rumah kosong tersebut guna mengeliminasi faktor eksternal. Karena kejadian kerap terjadi di waktu malam, para Kepala Desa dan Bhabinkamtibmas diminta menghidupkan kembali tradisi ronda malam.

Di sisi lain, Polres Tabalong meminta masyarakat tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan mandiri. Polisi berharap warga bisa menjadi ‘mata dan telinga’ aparat di lapangan.

“Masyarakat kami harapkan selalu memastikan instalasi listrik aman dan mematikan alat elektronik tak terpakai. Yang tidak kalah penting, segera laporkan kepada pihak berwenang jika melihat orang atau hal-hal mencurigakan di sekitar lingkungan yang berpotensi memicu api,” imbau Iptu Heri Siswoyo.

 

 

Polres Tabalong menegaskan tidak akan tinggal diam dan berkomitmen penuh mengusut tuntas fenomena ini demi menjamin rasa aman warga di Bumi Saraba Kawa.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait