Banjarbaru, Kalselpos.com – Pemerintah Kota Banjarbaru bersama DPRD, Bank Indonesia, dan Bank Kalsel terus dorong digitalisasi pembayaran pajak serta retribusi daerah. Kerja sama ini bertujuan beri kemudahan bagi masyarakat sekaligus perkuat transparansi transaksi pemerintah daerah.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarbaru, Liana, hadir langsung dalam Peluncuran Program Kolaborasi Digitalisasi Pembayaran Pajak dan Retribusi Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Lapangan Taman Van Der Pijl pada Minggu (26/7/2026).
Liana sebut digitalisasi ini langkah penting tingkatkan kualitas pelayanan publik. Sistem baru yang lebih mudah dan cepat harap membuat warga tidak lagi hadapi proses berbelit saat lunasi kewajiban pajak maupun retribusi.
“Digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi beri kemudahan bagi masyarakat, sekaligus buat transaksi lebih cepat, aman, dan transparan,” ujar Liana.
Menurutnya, kerja sama Pemkot Banjarbaru, Bank Indonesia, dan Bank Kalsel juga bagian dari upaya percepat transformasi digital dalam transaksi pemerintah daerah.
Penerapan sistem digital bukan hanya soal kemudahan transaksi, tapi juga dukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Sistem yang terpadu bantu pemerintah tingkatkan efektivitas kelola penerimaan daerah.
“Kami harap program ini terus berkembang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, dan pada akhirnya turut naikkan PAD serta kualitas pelayanan pemerintah,” katanya.
Program ini bagian dari langkah perluas ekosistem transaksi non-tunai di Banjarbaru. Lewat digitalisasi, pembayaran pajak dan retribusi jadi lebih praktis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Liana tambahkan, keberhasilan program butuh dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat selaku pengguna layanan. Karena itu, sosialisasi serta edukasi sistem pembayaran digital perlu terus berjalan agar warga makin terbiasa menggunakannya.





