Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Perempuan Tapin Tanam 2.200 Pohon Buah Durian 

Teks foto Bupati Tapin H Yamani dan Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani menanam pohon durian di Desa Salam Babaris Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup se dunia.(ist)(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com — Pemerintah Kabupaten Tapin memanfaatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat. Melalui tema “Perempuan Berdaya, Iklim Terjaga, Tapin Maju Sejahtera”, peringatan yang digelar di Desa Salam Babaris, Kecamatan Salam Babaris, Selasa (9/6),

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dihadiri Bupati Tapin H Yamani, Ketua TP PKK Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani, Wakil Bupati Tapin H Juanda dan Ketua GOW Tapin Hj Elya Hartati Juanda, serta unsur pemerintah daerah, Perwakilan Perusahaan BUMN dan BUMD, dan masyarakat itu ditandai dengan penanaman bibit durian dan penyaluran 2.200 bibit tanaman buah kepada warga.

 

Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya ramah lingkungan karena berperan langsung dalam pengelolaan rumah tangga.

 

“Ketika perempuan memiliki kesadaran lingkungan yang kuat, maka keluarga akan ikut bergerak. Jika gerakan ini tumbuh di setiap rumah tangga, maka lingkungan yang sehat dan berkelanjutan dapat diwujudkan,” ujarnya.

 

Menurutnya, langkah sederhana seperti memilah sampah, menghemat air dan energi, serta memanfaatkan pekarangan untuk tanaman produktif dapat memberikan dampak besar terhadap upaya pengendalian perubahan iklim.

 

Faridah menjelaskan, gerakan lingkungan yang selama ini dijalankan TP PKK selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan iklim. Program tersebut mencakup pendidikan lingkungan sejak keluarga, optimalisasi pemanfaatan pekarangan, hingga pengelolaan sampah mandiri.

 

Ia mengajak kader PKK dan Program Kampung Iklim (Proklim) terus menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan yang bersih dan sehat.

 

Sementara itu, Bupati Tapin H Yamani menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama menghadapi tantangan lingkungan global.

 

“Perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Karena itu diperlukan aksi konkret dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mengurangi emisi,” katanya.

 

Menurut Yamani, dunia saat ini menghadapi tiga ancaman utama, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga persoalan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekologi, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.

 

Ia juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Pola pengelolaan sampah yang masih bertumpu pada sistem kumpul-angkut-buang dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya beban tempat pemrosesan akhir dan emisi sektor persampahan.

 

Karena itu, Yamani mengajak masyarakat membangun budaya baru melalui pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI.

 

“Penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya. Kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah akan menjadi fondasi penting bagi terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Raden Chandra Nugraha PS, ST, MS, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 di Tapin dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, sekolah, desa, dan masyarakat.

 

Selain penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan aksi bersih lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI di sekolah, desa, dan kelurahan, serta Jambore Kader Proklim yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

 

“Sebanyak 12 bibit durian ditanam di Desa Salam Babaris dan 2.200 bibit tanaman buah didistribusikan kepada masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat penghijauan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” kata Chandra.

 

Ia menambahkan, tema yang diangkat tahun ini merupakan refleksi penting bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga lingkungan, mulai dari keluarga hingga masyarakat. Keterlibatan perempuan dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di daerah.

 

Melalui gerakan penghijauan dan penguatan partisipasi masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapin berharap kesadaran terhadap pelestarian lingkungan terus meningkat sehingga tercipta pembangunan yang berkelanjutan dan sejalan dengan upaya menjaga bumi bagi generasi mendatang.

 

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait