Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi

Teks foto : RAPAT KOORDINASI — Jajaran Pemprov Kalsel mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Sekda Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Senin (8/6). (ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru,kalselpos.com-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat dan pemangku kepentingan untuk mengendalikan inflasi. Sinergi ini ditegaskan usai Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual di Ruang Rapat Sekda Kalsel, Banjarbaru, Senin (8/6).

 

Bacaan Lainnya

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, menyatakan kondisi inflasi di bumi Lambung Mangkurat saat ini masih terkendali. Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kalsel tercatat sebesar 4,22 persen dan menempati peringkat keenam secara nasional.

 

“Alhamdulillah, inflasi tahunan kita masih terkendali di angka 4,22 persen dan berada pada posisi keenam nasional,” ujar Eddy.

 

Rapat tersebut juga diikuti perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS), Satgas Pangan Polda Kalsel, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin.

 

Eddy menambahkan, pemantauan juga fokus pada indikator bulanan (month to month/mtm). Pada periode terakhir, inflasi bulanan Kalsel berada di angka 0,2 persen atau peringkat ke-23 nasional. Emas perhiasan dan beras menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan. Sementara untuk inflasi bulanan, beras menjadi komoditas dengan kontribusi kenaikan harga tertinggi.

 

Menyikapi hal itu, Pemprov Kalsel mendorong percepatan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), terutama untuk komoditas beras di daerah yang mengalami lonjakan harga.

 

“Rekomendasi rakor meminta penyaluran beras SPHP digencarkan ke wilayah terdampak agar harga stabil dan pasokan aman,” jelasnya.

 

Menghadapi musim kemarau, Eddy meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan produksi pertanian. Cadangan neraca pangan wajib dipantau intensif. Pemerintah kabupaten dan kota juga diharapkan masif menggelar operasi pasar, gerakan pangan murah, serta mengedukasi warga untuk menanam komoditas strategis seperti cabai.

 

Saat ini, rata-rata inflasi nasional berada di angka 3,08 persen. Pemprov Kalsel berkomitmen terus menjaga stabilitas harga demi mempertahankan daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait