Tak kunjung diperbaiki, Jalan Sungai Jelai Basirih Selatan makin memprihatinkan 

Teks foto : Kondisi Jalan Sungai Jelai Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Sudah bertahun-tahun menjadi keluhan warga, kondisi Jalan Sungai Jelai di Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, hingga kini masih memprihatinkan. Jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer itu rusak parah, berlumpur, sempit, bahkan kerap terendam saat air pasang.

 

Bacaan Lainnya

Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Ironisnya lagi, di kawasan itu juga berdiri SDN Basirih 10 yang setiap hari dilalui para pelajar dengan kondisi jalan jauh dari kata aman dan nyaman.

 

Warga pun mulai geram. Sebab selama ini perbaikan hanya sebatas wacana dan janji, sementara kondisi di lapangan nyaris tak berubah.

 

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas PUPR Kota Banjarmasin sempat menyampaikan rencana peningkatan akses jalan secara bertahap. Program itu disebut meliputi pengerasan, peninggian badan jalan hingga peningkatan kualitas infrastruktur agar kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melintas dengan lebih mudah.

 

Namun hingga pertengahan 2026, realisasi proyek tersebut belum juga terlihat.

 

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina, mengakui penanganan jalan di kawasan itu terkendala sejumlah persoalan teknis.

 

“Jalan di sana menjadi akses warga satu-satunya untuk beraktivitas selain lewat sungai, yang menghubungkan Kota Banjarmasin ke Kabupaten Banjar,” ujarnya.

 

Menurut Kartika, akses jalan yang terlalu sempit membuat alat berat dan kendaraan pengangkut material sulit masuk ke lokasi pembangunan.

 

“Yang menjadi kendala untuk pembangunan jalan di sana karena akses mobilisasi material sulit, jalannya sempit dan apabila akses lewat sungai juga berat,” katanya.

 

Tak hanya itu, pihak PUPR juga berharap adanya dukungan warga berupa hibah lahan agar pelebaran jalan bisa dilakukan demi mempermudah proses pembangunan.

 

“Pemerintah berharap warga bisa menghibahkan tanahnya untuk jalan agar akses jalan bisa diperlebar sehingga alat dan bahan yang digunakan lebih mudah dimobilisasi,” jelasnya.

 

Namun alasan tersebut justru memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, kondisi jalan sempit dan kawasan bantaran sungai itu bukan persoalan baru. Warga menilai pemerintah seharusnya sudah memiliki solusi konkret sejak lama, mengingat jalan tersebut terus digunakan masyarakat setiap hari.

 

Sementara itu, warga masih harus berjibaku melewati jalan rusak, licin, dan berlumpur demi bersekolah, bekerja, hingga menjalankan aktivitas harian.

 

Kartika memastikan pihaknya masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait rencana penanganan ruas jalan tersebut.

 

“Akan kami koordinasikan lagi terkait rencana penanganan di ruas jalan ini,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait