Dugaan “Akal-akalan” Pajak terbongkar, BPKPAD Banjarmasin bongkar modus kebocoran PAD di Restoran hingga Tempat Hiburan

Teks foto :Kepala Bidang Pendataan BPKPAD Banjarmasin, Muhammad Syahid.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – BPKPAD Kota Banjarmasin membongkar masih adanya dugaan praktik “akal-akalan” yang dilakukan sejumlah pelaku usaha dalam pembayaran pajak daerah. Praktik tersebut diduga menjadi salah satu penyebab kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjarmasin.

 

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pendataan BPKPAD Banjarmasin, Muhammad Syahid, mengungkapkan modus yang kerap ditemukan terjadi pada penggunaan tapping box atau alat perekam transaksi usaha. Menurutnya, masih ada oknum wajib pajak yang diduga sengaja membuat sebagian transaksi tidak seluruhnya masuk ke sistem.

 

“Masih ada yang mencoba mengakali sistem tapping box supaya transaksi yang terinput tidak semuanya masuk. Itu kami temukan di beberapa sektor usaha, mulai restoran, kafe sampai tempat hiburan,” ujar Syahid.

 

Menurutnya, praktik tersebut sangat merugikan daerah karena pajak yang dibayarkan tidak mencerminkan transaksi riil di lapangan.

 

“Kalau transaksi yang masuk tidak sesuai kondisi sebenarnya, otomatis ada potensi kebocoran PAD. Ini yang terus kami awasi,” tegasnya.

 

Tak ingin potensi kebocoran terus terjadi, BPKPAD kini menyiapkan langkah serius dengan memperbarui sistem pengawasan pajak daerah. Sistem tapping box disebut akan di-upgrade agar lebih transparan dan lebih sulit dimanipulasi oleh oknum wajib pajak.

 

“Kami berencana melakukan upgrade sistem supaya pengawasan lebih maksimal dan pemasukan daerah bisa lebih optimal. Jadi transparansi transaksi benar-benar bisa dipantau,” katanya.

 

Selain pembaruan sistem, pengawasan lapangan terhadap wajib pajak juga dipastikan akan diperketat. Monitoring rutin disebut terus dilakukan untuk meminimalisir praktik kecurangan yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

 

Dengan pengawasan yang lebih ketat dan sistem yang diperbarui, BPKPAD optimistis target PAD Kota Banjarmasin tahun 2026 yang mencapai lebih dari Rp700 miliar dapat terealisasi.

 

“Target PAD tahun ini cukup besar, lebih dari Rp700 miliar. Tapi kami optimistis bisa tercapai jika pengawasan dan sistem berjalan maksimal,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait