BANJARMASIN, Kalselpos.com – Menjelang Hari Raya Idul adha, semangat edukasi penyembelihan hewan qurban di lingkungan Masjid Raya Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Manajemen Qurban Angkatan Muda Sabilal Muhtadin menggelar “Pelatihan Penyembelihan Hewan Qurban” yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, Kamis (14/5/26).
Ketua DP Masjid Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin, mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Banjarmasin, tetapi juga dari sedikitnya tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
“Peserta yang hadir mewakili masyarakat umum. Mereka ingin mendapatkan pengetahuan tentang manajemen penyembelihan hewan qurban,” ujarnya.
Menurut Tambrin, kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas Juru Sembelih Halal (Juleha) yang selama ini fokus memberikan edukasi teknis penyembelihan hewan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.
“Di sana diajarkan manajemennya, petunjuk teknisnya, tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam hingga aspek kesehatannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun atas arahan Gubernur Kalimantan Selatan dan Wakil Gubernur sebagai bentuk pelayanan edukasi gratis kepada masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini pesertanya mencapai dua ratusan orang, bahkan bisa lebih. Mudah-mudahan ini menjadi sumbangsih pemerintah provinsi melalui Masjid Raya Sabilal Muhtadin untuk memberikan edukasi dan petunjuk teknis penyembelihan hewan qurban yang standar,” katanya.
Tambrin menyebut peserta datang dari berbagai daerah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan hingga Barito. Menariknya, informasi kegiatan hanya disebarkan melalui media online namun tetap mendapat respons luar biasa.
Sementara itu, Ketua Umum Juleha DWP Kalsel, Rahmatullah, menjelaskan pelatihan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
“Pagi tadi sudah diawali dengan praktik mengasah dan meruncingkan pisau. Setelah pembukaan dilanjutkan materi fiqih sembelih, kesejahteraan hewan, fiqih qurban, hingga praktik cara merebahkan sapi yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, teknik merebahkan sapi menjadi bagian penting agar proses penyembelihan tidak menyakiti hewan dan tetap aman bagi petugas qurban.
“Tujuannya agar tidak menyakitkan sapi tersebut dan juga aman bagi yang melaksanakan penyembelihan,” tambahnya.
Rahmatullah memastikan, jika seluruh prosedur dijalankan sesuai standar yang diajarkan, maka kualitas daging qurban juga akan lebih terjamin.
“InsyaAllah hasil akhirnya adalah daging ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





