Dorong penyelesaian Humanis, Masa depan Anak harus jadi Prioritas

Teks Foto []istimewa PERUNDUNGAN ANAK - Foto ilustrasi perundungan anak oleh anak.(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com

— Pemerhati hukum dan pemerintahan, Dr Afif Khalid, menegaskan pentingnya penyelesaian secara humanis dan kekeluargaan dalam kasus dugaan perundungan yang melibatkan siswa kelas 7, berinisial RZM di salah satu SMP swasta di Banjarbaru.

Bacaan Lainnya

 

Menurutnya, langkah Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby yang mendorong mediasi merupakan keputusan tepat di tengah situasi yang mulai meruncing.

 

Ia menilai, membawa persoalan anak ke ranah hukum justru berpotensi memperkeruh keadaan, mengingat kondisi psikologis mereka yang masih labil.

 

“Anak-anak ini belum sepenuhnya memahami konsekuensi hukum. Jika dipaksakan ke jalur formal, dampaknya bisa panjang terhadap mental dan masa depan mereka,” ujarnya.

 

Afif juga menyayangkan langkah kedua orang tua yang saling melapor ke kepolisian. Ia menilai, pendekatan tersebut tidak menyelesaikan akar masalah, bahkan berisiko memperdalam konflik.

 

Sebagai akademisi, ia mendorong agar penyelesaian dilakukan secara arif di lingkungan sekolah dengan mengedepankan dialog, empati, dan kepentingan terbaik bagi anak.

 

Ia pun berharap aparat penegak hukum dapat melihat persoalan ini secara jernih dan mengutamakan solusi yang humanis.

 

“Kita harus mengedepankan hati, bukan ego. Masa depan anak jauh lebih penting daripada memperpanjang konflik,” tegasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait