Martapura, Kalselpos.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar berkolaborasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan manajemen talenta dan coaching penyediaan data Aparatur Sipil Negara (ASN), Jumat (6/2/2026), bertempat di Aula Distan Kabupaten Banjar.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus penerapan manajemen talenta ASN secara berkelanjutan. Selain itu, program ini diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme serta kinerja aparatur melalui pengelolaan sumber daya manusia yang lebih terstruktur.
Penguatan kompetensi ASN menjadi fokus utama, dengan pendekatan sistematis untuk menggali dan mengoptimalkan potensi setiap pegawai agar dapat ditempatkan sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.
Acara ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Sri Mulyani Retno, bersama jajaran pejabat struktural, mulai dari kepala bidang hingga kepala seksi. Kegiatan juga diikuti oleh seluruh unsur ASN di lingkungan Distan, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Banjar, Nor Azizah, dalam pemaparannya menegaskan bahwa manajemen talenta dan coaching merupakan instrumen penting dalam penerapan sistem merit sebagaimana diamanatkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Menurutnya, pembangunan birokrasi yang unggul harus ditopang oleh data ASN yang valid dan terintegrasi melalui aplikasi SI-MATA (Sistem Informasi Manajemen Talenta). Sistem tersebut berbasis pada lima pilar utama yang mencakup proses identifikasi, pengembangan, hingga retensi pegawai berprestasi.
Lebih lanjut, Azizah menjelaskan bahwa pemetaan manajemen talenta dilakukan melalui dua indikator utama, yakni kinerja dan potensi. Perpaduan antara capaian kerja dan kemampuan pengembangan diri menjadi dasar penilaian dalam menempatkan ASN secara tepat sesuai kebutuhan organisasi.
“Kami berharap ke depan penilaian Sasaran Kinerja Pegawai atau SKP dapat dilakukan secara lebih objektif dan transparan, karena SKP merupakan refleksi integritas sekaligus kontribusi nyata ASN terhadap organisasi,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





