Buntok, kalselpos.com – Crissa Febbyola Gradia Rani, seorang ibu hamil dari Desa Hulu Tampang, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), terpaksa melahirkan di dalam mobil dinas operasional desa saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Peristiwa darurat ini terjadi pada Rabu (7/1/2026).
Bayi dan ibunya dilaporkan selamat, meski proses persalinan berlangsung tanpa bantuan tenaga medis profesional, melainkan hanya dibantu oleh nenek bayi tersebut.
“Syukur Alhamdulillah, bayi dan ibunya lahir dengan selamat walaupun tanpa bantuan dari tenaga medis. Walau cuma dibantu oleh nenek bayi tersebut,” ujar Dhian, kakek dari bayi tersebut, kepada awak media, Rabu (7/1/2026).
Dhian menuturkan, awalnya mereka menggunakan mobil operasional Desa Hulu Tampang untuk berkonsultasi dengan bidan di Puskesmas Bantai Bambure. Setelah diperiksa, bidan menyatakan pembukaan baru mencapai tiga dan menyarankan agar pasien segera dirujuk langsung ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok karena masih ada enam pembukaan lagi yang harus dilalui.
“Sempat aja sampai Buntok,’ ujar bidannya,” jelas Dhian menirukan perkataan tenaga medis kala itu.
Perjalanan pun dilanjutkan. Crissa sempat tertidur di dalam mobil. Namun, di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar wilayah Desa Dangka, pasien mengeluh bahwa bayinya sudah mau keluar.
“Saya terkejut saat konsentrasi memegang kemudi, tiba-tiba anak saya berucap bayinya mau keluar. Lalu saya suruh ibunya berpindah duduk ke kursi tengah untuk melihat, dan ternyata bayi sudah mau keluar,” tambah Dhian.
Dengan sigap dan bantuan seadanya tanpa pengalaman medis, proses persalinan darurat tersebut berhasil dilalui. Ibu dan bayi kini dalam kondisi selamat dan sedang mendapatkan perawatan di UPT Puskesmas Tabak Kanilan.
Terkait peristiwa yang dialami keluarga dan warganya, Dhian berharap Pemkab Barsel dapat menempatkan tenaga medis, terutama bidan, di Desa Hulu Tampang.
“Saya selaku masyarakat Desa Hulu Tampang berharap Pemkab Barito Selatan bisa menempatkan tenaga medis terutama bidan agar peristiwa seperti yang terjadi pada anak dan cucu kita ini tidak terulang lagi, apalagi desa kami terletak di ujung perbatasan dengan kabupaten tetangga Barito Utara,” tutupnya penuh harap.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





