Warga mengeluh di Medsos: Proyek Drainase Perdagangan ganggu aktivitas 

Teks foto :Proyek drainase di Jalan Perdagangan, Kuin Utara, Banjarmasin Utara.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Media sosial dihebohkan dengan unggahan akun Instagram @hj_yuliantisamra. Postingannya memicu gelombang reaksi publik setelah menyoroti proyek drainase di Jalan Perdagangan, Kuin Utara, Banjarmasin Utara, yang diduga nyaris tidak bergerak selama lima hari penuh.

 

Bacaan Lainnya

Video yang dibagikan Yulianti memperlihatkan kondisi jalan yang macet total hingga menyulitkan aktivitas warga. Dalam video itu, ia menyampaikan protes langsung kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.

 

“Yang terhormat Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Banjarmasin, mohon bantuannya untuk dipush pengerjaan gorong-gorong di Jalan Perdagangan. Kami warga di sini susah banget lewat karena gorong-gorongnya sudah lima hari tidak dikerjakan sama sekali,” ujarnya dengan nada kecewa.

 

Keluhan tersebut sontak mengundang dukungan warganet, dengan komentar bernada geram bermunculan, menuding proyek dibiarkan mangkrak tanpa informasi jelas ke warga.

 

Yulianti menyebut persoalan bukan hanya soal keterlambatan, tetapi juga akses jalan yang lumpuh total hingga membuat mobil tidak bisa melintas dan memaksa warga memarkir kendaraan jauh dari rumah.

 

“Kami yang pakai mobil itu nggak bisa lewat sama sekali. Terpaksa parkir di luar. Tolong segera diselesaikan gorong-gorong ini. Kami pun tidak tahu siapa yang bertanggung jawab. Kami sangat-sangat kerepotkan,” ucapnya lagi.

 

Menanggapi viralnya keluhan warga, Kabid Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Harwita Oktania, memberikan penjelasan terkait jalur alternatif yang dianggap tidak memadai. “Sudah ada jembatan alternatif, tapi kecil. Untuk mobil memang tidak bisa. Itu karena kemarin jembatan dilebarkan dulu saat pemasangan bekisting,” kata Harwita, Jumat (12/12/25).

 

Harwita menegaskan, secara teknis pekerjaan tahap awal sebenarnya telah rampung, namun proses selanjutnya terganggu akibat pasang air tertinggi beberapa waktu lalu yang menyebabkan aliran air tidak stabil.

 

“Dalam kondisi itu, sebagian material sempat tergerus dan menghambat proses penyebaran serta pemasangan gorong-gorong di beberapa titik akses menuju kompleks,” ucapnya.

 

Sebelumnya, proyek drainase bernilai ratusan juta rupiah di kawasan Jalan Perdagangan itu juga menuai keluhan warga, akibat minimnya rambu. Proyek drainase dengan panjang sekitar 200 meter dan bertujuan mengatasi genangan air saat hujan dengan menyalurkan limpasan ke sungai terdekat.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait