kalselpos.com – Viral sebuah video seorang kakek yang ingin masuk ke Masjid di Labuhanbatu,
Sumatera Utara, namun diadang aparat hingga dibawa ke pinggir jalan dan akhirnya meninggal.
Peristiwa itu bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.
Ada dua video viral yang memperlihatkan kejadian itu. Dalam video pertama, tampak depan sebuah masjid sudah dijaga oleh petugas. Lalu seorang kakek berjubah abu-abu hendak masuk masjid tersebut.
Namun ada satu petugas wanita yang menghadangnya. Tak lama petugas kepolisian dan TNI membawa kakek tersebut ke pinggir. Tampak sang kakek tiba-tiba tersungkur. Tubuhnya kemudian dibopong oleh petugas ke pinggir jalan, tepat sebelum rombongan Presiden Jokowi tiba.
Kemudian pada video kedua, tampak kakek itu sudah ada di rumah sakit dalam kondisi tidak bernyawa. Dia masih mengenakan jubah abu-abu yang sama.
Keluarga pun tampak menangisi kakek tersebut. Salah seorang wanita yang diduga anak korban mengaku sempat melarang ayahnya pergi ke masjid tersebut.
Diketahui kemudian bahwa kakek tersebut bernama Marhan Harahap (66).
Dilansir dari berbagai sumber, Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Parlando Napitupulu membenarkan adanya kejadian kakek tak sadarkan diri di lokasi Jokowi hendak melaksanakan salat Jumat. Tepatnya di Masjid Agung Rantauprapat pada Jumat 15 Maret 2024 lalu.
“Saat kejadian, areal tersebut sudah disterilkan tim pengamanan Ring 1. Itu merupakan area kegiatan presiden yang dijaga Paspampres,” ujarnya.
Dijelaskanya saat itu kondisi masjid sudah penuh. Selain itu, katanya, korban datang di saat Presiden Jokowi sudah mau masuk ke dalam masjid dengan pengawalan Paspampres.
“Jadi enggak muat lagi kebetulan saat itu presiden mau masuk, sudah masuk pengawalan dari Paspampres bapak ini mau masuk dicegat. Karena enggak boleh sudah penuh. Dan, enggak muat,” ungkap Parlando, Senin (18/3).
Parlando menampik adanya dugaan kekerasan terhadap Kakek Marhan. Petugas hanya menghadang korban supaya tidak masuk ke area masjid dan diarahkan ke pinggir jalan. Tiba-tiba korban pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
“Nggak ada (tindakan kekerasan). (Petugas) hanya merentangkan tangannya, nggak boleh lewat, nggak muat lagi, bukan disorong,” ujarnya.
Parlando menyebutkan Marhan dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Tak lama setelah itu, korban meninggal dunia. Hasil pemeriksaan dokter, diketahui Marhan memiliki penyakit jantung kronis.
“Dia pingsan, dibopong, digendong, dibawa ke rumah sakit, sampai rumah sakit meninggal. Kita tanyakan juga ke dokter analisa penyakitnya ini, jantung kronis,” kata Parlando.
Sejumlah pihak berwenang, lanjut Parlando, juga telah mengunjungi rumah korban di Jalan Padang Bulan, Rantau Utara dan menyampaikan belasungkawa. Mulai dari Kapolres, Plt Bupati, hingga Dandim.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





