Insan Pertanian se-Kalsel Bertekad “Keroyok” Tungro

Kadis TPH Kalsel, Syamsir Rahman.(anas aliando)-Insan Pertanian se-Kalsel Bertekad "Keroyok" Tungro

Banjarbaru, kalselpos.com – Produksi padi Kalimantan Selatan (Kalsel) di tahun 2022 mengalami sedikit penurunan akibat bencana banjir dan serangan hama tungro.

 

Bacaan Lainnya

Tahun 2022, produksi padi Kalsel tercatat 870 ribu ton, turun kurang lebih 200 ribu ton jika dibandingkan tahun 2021 yang 1,1 juta ton.

 

Meskipun produksi mengalami penurunan, namun Kalsel masih bisa surplus karena kebutuhan beras untuk warga Banua hanya 400 ribu ton per tahun.

 

Serangan tungro di tahun 2022, menjadi pelajaran yang amat berharga bagi insan pertanian di Kalsel. Karena itulah, di tahun 2023, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kalsel dan Dinas Pertanian di kabupaten/kota menyatukan tekat yang kuat secara

bersama-sama “mengeroyok” tungro agar “enyah” dari Bumi Lambung Mangkurat.

 

Kepala Dinas TPH Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, genderang perang terhadap tungro telah ditabuh. Insan pertanian di Kalsel yakin produksi padi  akan kembali di atas 1 juta ton di tahun 2023.

 

“Kita lakukan upaya pembersihan lahan pertanian secara masif baik sebelum panen maupun sesudah panen. Hama tungro biasanya bertahan hidup di batang padi. Jadi satu-satunya jalan untuk membasmi, batang padi kita bersihkan. Tidak cukup dengan insektisida saja,” bebernya kepada kalselpos.com, Kamis (2/2/2023).

 

Syamsir mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya melakukan kunjungan kerja  ke Sumatera Barat. Banyak ilmu yang dia dapatkan. Salahsatunya bagaimana petani di sana membasmi tungro.

 

“Mereka menyayangi lahan pertanian dengan sepenuh hati. Karena itu mata pencaharian. Rasa cinta pada lahan begitu melekat pada jiwa mereka. Beda dengan kita. Lihat lahan pertanian kita dibiarkan saja tanpa dibersihkan usai panen. Ini yang tidak boleh kita biarkan. Kita rubah pola lama ini,” tegasnya.

 

Pesan penting juga disampaikan Syamsir kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas sebagai guru bagi petani. Dia meminta PPL untuk lebih meningkatkan kinerjanya dan jangan malas karena mereka di gaji.

 

“Peran PPL sangat penting dalam memberantas hama tungro. Sampaikan kepada para petani bagaimana cara mengatasinya, jangan hanya diam dan

malas-malasan,” tegasnya.

 

Soal adanya usulan dari para petani di Kabupaten Banjar yang minta izin membakar lahan untuk membasmi tungro, Syamsir tidak keberatan. “Bupati bisa bikin perbub boleh membakar lahan sedikit demi sedikit secara parsial,” ucapnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

 

Pos terkait