Penggunaan Dana Desa Bisa Terlihat di Aplikasi SI Jaka

Kades se Batola saat mengikuti Bimtek Si Jaka.

Marabahan,kalselpos.com – Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Jaga Kawal (Si Jaka) Dana Desa diharapkan dapat membantu para kepala desa (kades) menghindari kekeliruan dan kesalahan dalam penggunaan dana desa.

Bacaan Lainnya

Inilah inti tujuan digelar Bimtek Aplikasi Si Jaka yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Barito Kuala di Hotel G’Sign Banjarmasin, (09/10/2020).

Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS saat membuka Bimtek mengemukakan, kendala yang sering terjadi dalam pengelolaan dana desa terkait kurangnya pengetahuan, pemahaman, serta kemampuan aparat pemerintahan desa.

Dalam hal pengelolaan dana desa diperlukan dukungan, panduan serta pendampingan pihak berkompeten termasuk pemerintah daerah dalam meningkatkan wawasan pengetahuan dengan memanfaatkan teknologi sistem aplikasi berbasis data seperti Si Jaka ini.

“Saya berharap adanya sistem informasi Sijaka ini penggunaan dana desa dapat berjalan secara transparan, akuntabel serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran,” harap mantan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan itu.

Kepala DPMD Barito Kuala Dahlan mengungkapkan, Aplikasi Si Jaka merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Dalam hal ini DPMD dengan Kejaksaan Tinggi Kalsel dan Kejaksaan Negeri Barito Kuala dalam usaha melakukan pengawalan dan penjagaan tata kelola dana desa yang lebih transparan dan akuntabel.

Pembukaan Bimtek Si Jaka ditandai pemukulan palu sebanyak 3 kali oleh Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS dilanjutkan dengan berfoto bersama.

Bimtek Sijaka yang diikuti seluruh kades, camat dan SKPD terkait ini berlangsung hingga malam hari dengan menghadirkan narasumber dari pihak Kejari, Polres dan Inspektorat Kabupaten Barito Kuala.

Turut memberikan arahan dalam acara ini Wakil Bupati Barito Kuala H Rahmadian Noor. Ia mengingatkan para kades harus menyadari dana desa digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan pembangunan desa.

Untuk itu, lanjutnya, dalam penggunaannya selain memenuhi ketentuan juga dilaksanakan secara benar dan tepat sasaran.

“Pada 2019 Batola sempat dinobatkan sebagai pengelola dana desa terbaik di Kalsel, saya berharap prestasi ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Dalam sesi dialog, Kepala Dinas PMD Dahlan menyampaikan, wewenang kades dalam memanfaat dana desa telah sesuai Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 dimana desa diakui berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Lelaki berkumis itu menambahkan, penggunaan dana desa tahun 2020 di Batola banyak disalurkan untuk penanganan Covid-19. Salah satunya melalui bantuan langsung tunai (BLT) yang telah disalurkan sampai bulan kelima.

“Sampai saat ini Batola telah menyalurkan dana desa sebesar Rp 47 miliar lebih kepada 19.725 keluarga penerima manfaat,” ucapnya.

Kasi Intel Kejari Batola, Martin Eko Priyanto menyampaikan, dalam hal penggunaan dana desa, Kejari, Polri dan Pemkab bertindak sebagai pengawas.

“Dengan adanya Aplikasi Si Jaka maka dana desa bisa terlihat secara realtime kurva pergerakan penggunaannya dan dapat dilihat langsung dari ponsel bupati, pihak kejari, maupun polres,” tutupnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Muliadi