Helikopter Mi 17V5 Jatuh saat Operasi Karhutla di Kalteng, 2 Gugur

Teks foto : Dua perwira TNI AD yang gugur dalam insiden jatuhnya helikopter Mi-17V5 di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, yakni Mayor CPN Dudi (kiri) dan Lettu CPN Hafiz (kanan). (Foto: Istinewa)(kalselpos.com)

Helikopter Mi 17V5 Puspenerbad jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Seruyan, Kalteng, saat menjalankan misi water bombing karhutla di TNTP.

Jakarta, kalselpos.com –

Bacaan Lainnya

Helikopter Mi 17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11). Peristiwa yang terjadi sekira pukul 11.18 WIB ini mengakibatkan dua prajurit TNI AD dinyatakan gugur.

 

Berdasarkan siaran pers resmi TNI AD yang diterima di Jakarta, Kamis (5/11), kedua prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor CPN Dudi dan Lettu CPN Hafiz. Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang.

 

Sementara itu, lima personel lainnya berhasil diselamatkan dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kuala Pembuang. Kelima personel tersebut adalah Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda.

 

Adapun satu kru lainnya, yakni Serda Heri, hingga kini belum dapat dievakuasi akibat terkendala kondisi air yang sedang pasang.

 

Kronologi Kejadian

 

Kecelakaan bermula saat helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB. Helikopter Mi 17V5 beserta para prajurit di dalamnya tersebut sedang mengemban tugas untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

 

Nahas, saat tengah mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk melakukan operasi pengeboman air (water bombing), helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh ke perairan.

 

Sesaat setelah insiden terjadi, pihak TNI AD langsung bergerak cepat mengirimkan personel untuk mengevakuasi para kru melalui jalur udara.

 

“Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya,” tulis perwakilan TNI AD dalam siaran pers resmi tersebut.

 

 

 

Pos terkait