Kelurahan Guntung Paikat Banjarbaru sukses memanen kompos metode LOSIDA dan eco enzyme hasil olahan limbah rumah tangga warga.
Banjarbaru, Kalselpos.com – Upaya mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus dikembangkan Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru. Melalui inovasi pengolahan sampah organik, limbah dapur kini berhasil disulap menjadi produk bermanfaat berupa kompos dan eco enzyme.
Salah satu hasil nyata dari upaya tersebut terlihat dalam kegiatan panen kompos yang berasal dari metode LOSIDA (Lodong Sisa Dapur) pada 27 Oktober 2026. Setelah melalui proses penguraian, sampah organik yang dikumpulkan kini telah berubah menjadi kompos matang dan siap dimanfaatkan sebagai pupuk alami.
Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi. Senin (02/11/2026) menyampaikan, bahwa pemanfaatan LOSIDA menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mengajak masyarakat mengelola sampah sejak dari rumah.
Menurutnya, kompos yang dihasilkan sudah dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman. Bahkan, hasil panen tersebut langsung diaplikasikan pada tanaman yang ditanam di dalam pot.
Tidak berhenti pada pembuatan kompos, Kelurahan Guntung Paikat juga mengembangkan inovasi lain melalui pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme.
Produk eco enzyme tersebut merupakan hasil kerja Pokja III TP PKK Kelurahan Guntung Paikat yang kini juga telah memasuki tahap panen. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai manfaat,” ucapnya.
Program tersebut turut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kelurahan, TP PKK, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi lingkungan yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar menghasilkan pupuk dan eco enzyme, kegiatan ini membawa pesan penting bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kesadaran untuk memilah dan mengolah sampah perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga.
“Melalui pengembangan LOSIDA dan eco enzyme, Kelurahan Guntung Paikat berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mengurangi sampah organik dari sumbernya,” harapnya.
Dengan langkah sederhana yang dimulai dari rumah, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini dapat menjadi sumber manfaat bagi tanaman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.





