Fairid Naparin Tinjau Langsung Pemadaman Karhutla Palangka Raya

Teks foto:  Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin (kanan) memantau langsung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Karanggan, Palangka Raya, Senin (19/10) malam. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas gabungan di lapangan. (Foto: Ist)(kalselpos.com)

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meninjau penanganan karhutla di Jalan Karanggan dan instruksikan penyiagaan fasyankes untuk antisipasi dampak asap.

Palangka Raya, kalselpos.com – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Karanggan dan kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, Senin (19/10) malam.

Bacaan Lainnya

 

Peninjauan ini dilakukan untuk memantau kondisi terkini sekaligus memastikan pemadaman oleh petugas gabungan tetap berjalan maksimal meski dihadapkan pada sejumlah kendala medan.

 

Fairid mengungkapkan, petugas di lapangan menghadapi tantangan berat akibat kondisi lahan yang kering, jarak titik api yang jauh dari sumber air, serta menipisnya pasokan air karena banyak sumber air yang mulai mengering.

 

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral kepada para petugas yang terus berjibaku di lapangan. Pemko Palangka Raya berkomitmen penuh dalam penanganan karhutla ini,” ujar Fairid di lokasi kebakaran.

 

Saat ini, Pemko Palangka Raya telah mengerahkan tujuh hingga delapan regu tim gabungan untuk menjinakkan api di kawasan lingkar luar kota tersebut. Fairid menyoroti karakteristik lahan gambut yang membuat api di bawah permukaan tanah sangat sulit dipadamkan.

 

Menurutnya, strategi penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi. Tim gabungan wajib terus memantau pergerakan titik api, terutama yang berpotensi mendekati kawasan permukiman warga, dengan tetap mengutamakan keselamatan.

 

Selain fokus pemadaman, Fairid juga menginstruksikan jajarannya untuk menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

 

Optimalisasi penanganan karhutla kini juga digencarkan di sejumlah titik lain, seperti Kelurahan Kameloh Baru, Kelurahan Kalampangan, dan Jalan Tjilik Riwut Km 38. Seluruh tim di tingkat kecamatan diminta bergerak cepat mengendalikan situasi.

 

Fairid pun mengajak masyarakat untuk turut mendukung dan mendoakan keselamatan para petugas di lapangan. “Mari kita saling mendukung dan berdoa agar hujan segera turun sehingga kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah ini bisa cepat teratasi,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, menjelaskan bahwa akses yang sulit menuju titik api menjadi tantangan utama anggotanya. Untuk menyiasatinya, petugas mengandalkan sumur bor, embung alternatif, serta suplai air dari armada satgas.

 

“Dalam kondisi tertentu, petugas bahkan harus menyambungkan hingga lima rol selang pemadam. Dengan panjang 30 meter per rol, total selang yang diulur bisa mencapai 150 meter demi menjangkau titik api,” papar Balap.

 

Ia menambahkan, personel satgas gabungan terus bersiaga dan melakukan pemadaman dari pagi hingga malam hari secara berkelanjutan demi mengendalikan sebaran api di Kota Palangka Raya.

 

 

 

Pos terkait