Stok Beras Banjarbaru Surplus 422 Ton, Pemko Siapkan Langkah Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

Teks Foto: Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby menata beras kemasan di Kios Pangan DKP3 Kota Banjarbaru sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan pokok dan mendukung pemasaran hasil pertanian lokal, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau.(ist)(kalselpos.com)

Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby meninjau Kios Pangan DKP3 guna memastikan keterjangkauan harga dan kestabilan stok bahan pokok yang surplus.

Banjarbaru, Kalselpos.com– Ketersediaan bahan pangan di Kota Banjarbaru berada dalam kondisi surplus. Meski demikian, Pemerintah Kota Banjarbaru tetap memperkuat pengawasan harga dan distribusi agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Bacaan Lainnya

 

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru menindaklanjuti hasil inspeksi mendadak (sidak) Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, di Kios Pangan DKP3.

 

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota memeriksa langsung ketersediaan dan harga sejumlah bahan pokok, di antaranya beras, gula konsumsi, minyak goreng, serta telur ayam. Ia juga meninjau beras hasil produksi petani lokal dari Kecamatan Cempaka yang dipasarkan melalui kios pangan milik pemerintah daerah.

 

Lisa menegaskan, ketahanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya stok yang tersedia. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat mampu membeli kebutuhan pokok tanpa terbebani harga yang terlalu tinggi.

 

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang memastikan stok tersedia, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kita ingin memastikan piring makan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya. Selasa (13/10/2026).

 

Berdasarkan data stok dan pasokan September 2026, ketersediaan beras di Banjarbaru mencapai 1.829 ton atau surplus 422,44 ton dari kebutuhan bulanan. Komoditas lainnya juga mencatatkan surplus, yakni gula konsumsi sebesar 201,61 ton, minyak goreng 109,45 ton, dan telur ayam 87,02 ton.

 

Angka tersebut menunjukkan pasokan sejumlah bahan pangan berada di atas perkiraan kebutuhan bulanan. Namun, kondisi surplus tetap perlu diimbangi dengan pemantauan harga serta kelancaran distribusi agar ketersediaan barang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Selain menjaga pasokan, Pemko Banjarbaru juga mendorong penguatan pemasaran hasil pertanian lokal. Salah satu upayanya melalui Kios Pangan DKP3 yang menyediakan beras produksi petani Kecamatan Cempaka.

 

Saat sidak berlangsung, beras lokal tersebut tersedia sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp23.000 per kilogram. Keberadaan produk lokal di kios pangan diharapkan dapat membuka akses pasar bagi petani sekaligus memperluas pilihan bahan pangan bagi konsumen.

 

Wali Kota Lisa berharap Kios Pangan DKP3 tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan bahan pokok, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertemukan hasil produksi petani daerah dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Saya ingin Kios Pangan DKP3 tidak hanya menjadi tempat penjualan bahan pokok, tetapi juga menjadi ruang bagi petani lokal untuk memasarkan hasil pertaniannya. Kita harus mendukung produk lokal agar petani memiliki akses pasar yang lebih baik dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” ujarnya.

 

Sebagai tindak lanjut, DKP3 merencanakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Bersubsidi, pemantauan harga secara berkala, serta penyusunan kesepakatan bersama gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Kota Banjarbaru untuk memasok hasil pertanian ke kios pangan.

 

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kestabilan pasokan, membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, serta memperkuat peran petani lokal dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

 

Pemko Banjarbaru pun berupaya memastikan surplus pangan tidak hanya tercatat dalam data, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui harga yang terkendali dan distribusi yang lancar.

 

 

 

Pos terkait