Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar menyerahkan bantuan sembako darurat sekaligus mengusulkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Sungai Tabuk.
Martapura, Kalselpos.com –
Pemerintah Kabupaten Banjar memberikan perhatian besar terhadap kondisi warga kurang mampu di rumah tidak layak huni. Oleh karena itu, Dinas Sosial P3AP2KB Banjar langsung meninjau lokasi. Pihaknya menyalurkan bantuan kepada warga di Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Minggu (20/9/2026).
Kepala Dinsos P3AP2KB Banjar, Hj. Erny Wahdini, memimpin langsung kunjungan sosial tersebut. Ia datang bersama Kepala Bidang Rehlinjamsos, Hudan Azzuhry. Jajaran pemerintah desa dan kecamatan juga turut mendampingi rombongan.
Setibanya di lokasi, rombongan melihat secara langsung kondisi bangunan yang memprihatinkan tersebut. Dinding papan rumah sudah mulai lapuk. Atap seng juga mengalami kerusakan parah. Selain itu, bagian dalam rumah sangat sempit dengan perabotan sederhana.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah menyerahkan bantuan kebutuhan dasar berupa sembako kedaruratan. Selanjutnya, warga menerima bantuan sandang berupa pakaian layak serta perlengkapan mandi.
Erny Wahdini menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah. Pihaknya ingin membantu warga yang membutuhkan penanganan segera di lapangan.
“Kami ingin pemerintah hadir cepat bagi warga. Karena itu, kami turun langsung dan menyalurkan bantuan darurat hari ini agar tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Erny, bantuan saat ini baru merupakan penanganan awal. Namun, Pemkab Banjar sudah menyiapkan upaya lanjutan. Langkah ini bertujuan memperbaiki tempat tinggal warga secara permanen.
Dinsos P3AP2KB Banjar akan mengusulkan rumah tersebut agar masuk dalam program Bedah Rumah. Program tersebut berada di bawah wewenang DPRKPLH Kabupaten Banjar.
“Kami memberikan sembako dan sandang sebagai penanganan awal. Untuk perbaikan rumah, kami mengebut penyiapan berkas. Tujuannya agar DPRKPLH bisa segera memproses usulan ini,” kata Erny.
Saat ini, petugas tengah mempersiapkan dokumen dan persyaratan pengajuan di lapangan. Proses tersebut harus selesai dengan cepat agar program perbaikan rumah segera berjalan sesuai ketentuan.
Erny juga mengimbau pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat untuk aktif melapor. Mereka tidak perlu ragu menyampaikan informasi mengenai warga lain yang membutuhkan bantuan sosial. Pasalnya, informasi dari lingkungan sekitar menjadi kunci utama penanganan yang cepat dan tepat sasaran.
Langkah nyata ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan kecamatan setempat. Kehadiran langsung jajaran Pemkab Banjar membawa harapan baru bagi warga. Mereka berpeluang mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.





