Bupati HSS Syafrudin Noor membuka Festival Semangka di Daha Selatan untuk mendorong potensi komoditas buah unggulan dan pendapatan petani.
Kandangan, kalselpos.com–
Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Syafrudin Noor, membuka Festival Semangka pada Kamis (17/9/2026). Wakil Bupati (Wabup), Suriani, turut mendampingi Bupati dalam acara di kawasan Pelabuhan Daha Selatan tersebut.
Pemerintah daerah menggelar Festival Semangka untuk memperkenalkan potensi pertanian lokal. Secara khusus, acara ini menampilkan komoditas semangka hasil budidaya masyarakat Daha Selatan. Dalam mengembangkan komoditas tersebut, warga bekerja sama langsung dengan PT East West Seed Indonesia (Ewindo) pemilik merek Panah Merah.
Sejumlah pejabat daerah menghadiri festival tahunan ini. Mereka yang hadir antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Noor, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten HSS Tata Syafrudin Noor, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten HSS Misnawati Suriani, serta para kepala OPD.
Bupati Syafrudin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil sinergi nyata antara Pemkab HSS bersama PT East West Seed Indonesia. Kolaborasi tersebut menghasilkan buah semangka yang memiliki kualitas sangat baik. Komoditas ini memiliki rasa manis, tekstur padat, serta ukuran buah yang besar.
Menurut Bupati, budidaya semangka ini menawarkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Petani hanya membutuhkan modal awal sekitar Rp200 juta. Modal tersebut dapat menghasilkan angka penjualan hingga mencapai sekitar Rp450 juta. Dengan demikian, petani bisa mengantongi keuntungan bersih kurang lebih Rp250 juta.
“Komoditas ini sangat baik dan memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan petani,” ujar Bupati Syafrudin.
Sementara itu, Managing Director EWINDO, Isak Heryawan, memberikan penjelasan mengenai keunggulan produk mereka. Varietas AMARA F1 memiliki rasa manis dan renyah. Selain itu, tanaman ini mudah berbuah, mudah dipolinasi, serta tidak mudah pecah.
“Varietas memiliki produktivitas yang baik untuk kondisi lahan pasang surut di wilayah Negara dan Daha saat musim kemarau,” ujarnya.
Menurut Isak, pengembangan tanaman semangka ini menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat. Warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan pada musim penghujan kini memiliki alternatif penghasilan saat kemarau.
“Distributor bahkan telah mengirim hasil panen AMARA F1 dari Daha ke sejumlah daerah. Wilayah pengiriman mencakup Pulau Jawa, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Timur,” pungkasnya.





