Menjaga Langit Tetap Biru Dalam Kepungan Kebakaran Hutan dan Lahan

Teks foto : Satgas Darat berupaya memadamkan api di lahan gambut di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, Selasa (25/8/2026). (Foto: Istimewa)(kalselpos.com)

Ribuan petugas gabungan berjibaku memadamkan karhutla gambut di Kalsel. Pemerintah terapkan pengairan 24 jam, armada udara, hingga penegakan hukum.

Banjarbaru, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Di bawah terik matahari dan kepungan kabut asap, ribuan petugas satgas darat dan udara bekerja keras menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Mereka mengoperasikan ratusan mesin pompa untuk membasahi lahan gambut yang rawan terbakar. Langkah ini sangat krusial karena bara api sering bersembunyi di bawah permukaan tanah dan memicu kebakaran berulang. Untuk mengatasi hal itu, petugas menerapkan metode suntik bawah tanah guna mengalirkan air ke dalam lapisan gambut.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengingatkan seluruh jajaran agar memastikan lahan tetap basah meski api di permukaan telah padam. Langkah antisipasi ini semakin penting karena BMKG memprediksi fenomena El Nino akan berlangsung hingga awal 2027. Guna mendukung pembasahan tersebut, pemerintah pusat menyiapkan pembangunan sejumlah sumur bor sedalam 40 hingga 50 meter di wilayah Banjarbaru sebagai sumber air utama.

Pemerintah memprioritaskan penanganan pada tiga zona utama di Banjarbaru, yaitu Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan. Ketiga kawasan ini masuk ring satu karena berdekatan dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor. Di lokasi-lokasi tersebut, pemerintah menurunkan 300 unit pompa air yang beroperasi dalam sistem sif siang dan malam. Dinas PUPR Kalsel turut mendukung penuh dengan menyuplai air selama 24 jam nonstop melalui perbaikan saluran irigasi.

Dukungan kekuatan udara dari BNPB juga memperkuat perjuangan para petugas di lapangan. Sebanyak tujuh armada udara dikerahkan, termasuk helikopter pengebom air untuk menjangkau titik api yang sulit diakses tim darat. Selain itu, armada udara melakukan operasi modifikasi cuaca dan patroli rutin. Pemprov Kalsel bahkan menambah tim patroli darat dari 4 menjadi 20 tim yang diperkuat oleh teknologi drone thermal.

Upaya penegakan hukum juga berjalan tegas terhadap pihak-pihak yang memicu kebakaran lahan. Kementerian Lingkungan Hidup memproses hukum puluhan perusahaan yang terindikasi melanggar aturan di area konsesi mereka. Total potensi kerugian negara dan biaya pemulihan lingkungan akibat pelanggaran tersebut mencapai belasan triliun rupiah. Langkah tegas ini sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, ekonomi, serta mempertahankan produksi pangan daerah.

Hingga akhir Agustus 2026, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mencatat ribuan kejadian karhutla yang menghanguskan ribuan hektare lahan di berbagai kabupaten. Wilayah terdampak paling luas meliputi Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Banjarbaru. Di tengah situasi darurat ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel memastikan produksi padi tetap berjalan demi menjaga stabilitas pangan daerah. Seluruh elemen berkomitmen terus bersiaga agar masyarakat bisa kembali menghirup udara bersih.

 

 

Pos terkait