BPBD Banjar mencatat 1.192 hektare lahan terdampak karhutla sejak 15 Juli 2026. Kejadian harian dan kualitas udara kini menunjukkan tren membaik.
Martapura, Kalselpos.com –
BPBD Kabupaten Banjar mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan lahan seluas 1.192 hektare. Angka ini merupakan akumulasi data sejak pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat bencana pada 15 Juli 2026.
Meski luasan lahan cukup besar, tren kejadian karhutla dalam beberapa hari terakhir mulai menurun. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menjelaskan bahwa peristiwa karhutla yang semula mencapai delapan hingga sepuluh kasus per hari, kini berkurang menjadi sekitar empat kejadian.
Tim di lapangan terus menghadapi tantangan berat akibat vegetasi yang rapat seperti semak belukar dan pohon galam. Karakteristik lahan gambut juga menyulitkan petugas karena bara api sering bersembunyi di dalam tanah dan memicu kebakaran baru. Namun, petugas tetap memaksimalkan jangkauan peralatan untuk memadamkan setiap titik api.
Kabar baiknya, kualitas udara di Kabupaten Banjar terus membaik dan bertahan pada kategori sedang dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini jauh lebih cerah daripada beberapa hari lalu saat kabut asap pekat masih mengganggu jarak pandang warga pada pagi hari. BPBD berkomitmen untuk terus memantau situasi secara intensif demi mencegah kembalinya titik api.





