Kecamatan Banjarbaru Utara hadirkan aplikasi Sibarak gagasan Sekcam Herry Isdaryoko untuk modernisasi pengelolaan dan pelaporan BMD.
Banjarbaru, Kalselpos.com –
Kecamatan Banjarbaru Utara terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ketertiban pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Salah satunya, mereka meluncurkan inovasi digital bernama Sistem Informasi Pengelolaan Aset Kecamatan Banjarbaru Utara atau Sibarak.
Sekretaris Kecamatan Banjarbaru Utara, Herry Isdaryoko, A.AP., MA., menggagas inovasi ini secara langsung. Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 2 Tahun 2026.
Herry merancang Sibarak untuk membantu proses pengelolaan aset daerah agar berjalan lebih sistematis. Aplikasi ini mencakup fungsi pendataan, pemantauan kondisi, pelacakan keberadaan aset, hingga penyusunan laporan keuangan.
Oleh karena itu, Sibarak mengusung tagline “Kelola Aset Lebih Tertib, Cepat, Akurat dan Akuntabel”. Kehadiran inovasi ini bertujuan untuk menjawab berbagai tantangan dalam pengelolaan inventaris selama ini. Masalah utama yang sering muncul meliputi pencatatan yang kurang tertib, data yang belum lengkap, serta proses pelaporan yang memakan waktu lama.
Melalui sistem berbasis digital, petugas dapat menghimpun dan mengelola data aset secara lebih terstruktur. Dengan demikian, aparatur pemerintah akan lebih mudah mengakses informasi mengenai aset di lingkungan Kecamatan Banjarbaru Utara.
Selanjutnya, Camat Banjarbaru Utara, Taufik Purwanto, menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Sibarak. Ia menilai pengelolaan aset menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan administrasi pemerintahan yang tertib.
“Kami sangat mendukung inovasi Sibarak karena pengelolaan aset merupakan bagian penting dalam administrasi pemerintahan. Melalui sistem yang lebih terintegrasi dan berbasis digital, kami berharap pendataan, monitoring, dan pelaporan BMD di Kecamatan Banjarbaru Utara semakin tertib, cepat, dan akurat,” ujar Taufik.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi ini juga dapat memperkuat transparansi serta akuntabilitas pemerintah dalam mengelola barang milik daerah. Di samping itu, Herry Isdaryoko menambahkan bahwa Sibarak memberikan kemudahan nyata bagi aparatur di lapangan.
“Sibarak merupakan sistem informasi untuk membantu pengelolaan Barang Milik Daerah. Aplikasi ini sangat membantu, terutama dalam proses pelaporan dan monitoring aset. Hasilnya, data aset menjadi lebih tertib sehingga petugas bisa memperoleh informasi secara cepat dan akurat,” jelas Herry.
Herry berharap inovasi dari pelaksanaan PKA tersebut tidak berhenti sebagai proyek perubahan sesaat saja. Ke depan, pemerintah daerah harus terus mengembangkan dan memanfaatkan Sibarak sebagai instrumen utama dalam pengelolaan aset.
Kemudian, penerapan Sibarak juga menjadi langkah nyata Kecamatan Banjarbaru Utara dalam mendorong transformasi digital internal. Digitalisasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperbaiki sistem administrasi tata kelola pemerintahan.
Akhirnya, melalui pengelolaan data yang terstruktur, proses monitoring yang mudah, serta pelaporan yang cepat, Sibarak mampu mewujudkan pengelolaan BMD yang efektif, transparan, dan akuntabel.





