Sebaran kabut asap menyelimuti Balangan, Dinkes mencatat kasus ISPA melonjak 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Paringin,Kalselpos.com –
Kabut asap beberapa hari terakhir ini mulai menyelimuti Kabupaten Balangan. Dampaknya semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Asap kini muncul sejak pagi, tidak lagi hanya pada siang hingga sore hari.
Kondisi ini memicu perhatian dari sisi kesehatan. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Balangan meningkat daripada periode yang sama tahun lalu.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Balangan mencatat 10.637 kasus ISPA sejak minggu pertama hingga minggu ke-33 tahun 2026. Angka ini naik sekitar 30 persen daripada periode sama tahun 2025 yang mencatat 8.183 kasus.
Pada Minggu ke-28 hingga ke-33 tahun 2026, ada 2.037 kasus ISPA. Rata-ratanya mencapai 339,5 kasus setiap minggu.
Lonjakan tertinggi terjadi pada Minggu ke-29, yaitu naik 41,9 persen menjadi 366 kasus daripada Minggu ke-28 yang hanya 271 kasus. Setelah itu, jumlah kasus mengalami naik turun. Kasus sempat menyentuh angka 366 pada Minggu ke-32, lalu turun menjadi 338 kasus pada Minggu ke-33.
Meski turun pada Minggu ke-33, angka ini tetap lebih tinggi daripada Minggu ke-28. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pemantauan dini guna mendeteksi lonjakan kasus. Namun, data awal Agustus saat kabut asap mulai muncul belum memperlihatkan perbedaan signifikan. Dinkes belum bisa memastikan kaitan langsung antara kabut asap dengan lonjakan ISPA tersebut.
Selain itu, data Dinkes belum menggambarkan total kasus di masyarakat. Data tersebut hanya berasal dari laporan mingguan Puskesmas. Warga yang memilih pengobatan mandiri atau tidak mendatangi Puskesmas tidak masuk dalam sistem.
Kepala Dinkes Akhmad Sauki, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Juhriadi, mengakui keterbatasan data ini.
“Mungkin ada yang berobat saat parah, di rumah saja, atau ke rumah sakit. Data kita ini dari laporan Puskesmas tiap minggu,” kata Juhriadi.
Dinkes Balangan tetap meminta warga mengurangi aktivitas luar ruangan. Warga wajib memakai masker jika harus keluar rumah.
Menurut Juhriadi, kualitas udara Balangan secara kasat mata mulai memburuk. Namun, Balangan belum memiliki alat pengukur konsentrasi partikulat udara atau PM2.5. “Secara kasar mata terlihat kabut asapnya sudah mulai parah,” ujarnya.
Ia menyarankan warga menunda aktivitas luar rumah, termasuk olahraga pagi atau sore. “Kalau bisa nanti dulu. Meski memakai masker, kita tetap terpapar asap,” tambahnya.
Terkait pembagian masker gratis, Juhriadi menyebut Dinkes terkendala keterbatasan anggaran. Pihaknya belum merencanakan pembagian massal. “Kami terbatas. Tapi pembagian bisa memakai anggaran BTT jika daerah sudah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB),” jelasnya.
Dinkes Balangan berharap hujan segera turun untuk mengusir kabut asap. Warga harus tetap menjaga kesehatan dan membatasi paparan asap, terutama bagi kelompok rentan gangguan pernapasan.





