Palangka Raya, kalselpos.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menghadiri pertemuan bulanan bersama insan pers di Istana Isen Mulang, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dan awak media.
Acara tersebut dipimpin oleh Penjabat (Pj.) Sekda Kalteng Linae V. Aden, serta dihadiri oleh sejumlah kepala dinas dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng.
Dalam arahannya, Gubernur Agustiar Sabran mengakui adanya tantangan besar dalam menyinkronkan isu-isu yang berkembang di media sosial dengan realitas di masyarakat.
Edukasi Publik: Pemprov berkomitmen terus memberikan penjelasan utuh kepada masyarakat demi mencegah miskomunikasi.
Tujuan Pertemuan: Pj. Sekda Linae V. Aden menyebutkan bahwa agenda bulanan ini bertujuan membangun kebersamaan demi mewujudkan Kalteng yang semakin maju dan “Berkah”.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalteng yang baru dilantik, Adiah Chandra Sari, turut memperkenalkan diri. Ia mencairkan suasana lewat sebuah pantun yang disambut tepuk tangan riuh dari awak media.
“Burung Tingang terbang melayang hinggap sejenak dipohon durian, selamat datang bestie-bestie media yang kami sayang, semoga silaturahmi membawa manfaat lahir dan bathin.”
“Kami ingin pers cepat menyampaikan sesuatu agar bisa di komunikasikan bersama, apa yang perlu di koordinasikan selaras dengan keterbukaan informasi publik,” tambahnya.
Adiah menegaskan komitmennya untuk membuka ruang keterbukaan informasi publik seluas-luasnya secara cepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap komunikasi dengan media ke depan dilandasi rasa saling percaya dan saling menghargai.
Pertemuan ini juga menjadi wadah diskusi interaktif. Perwakilan awak media Kalteng, Eman, menyampaikan aspirasi agar pemerintah tetap mengakomodasi kritik membangun dari media lokal yang berkualitas. Dua isu krusial yang mencuat dalam diskusi tersebut meliputi:
Overkapasitas RSUD Doris Sylvanus: Pelayanan dinilai belum optimal akibat penumpukan pasien. Idealnya, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dapat memaksimalkan penanganan awal agar tidak semua pasien langsung dirujuk ke RSUD.
Penambangan Emas Ilegal & Izin WPR: Menanggapi ketidakjelasan izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), Gubernur Agustiar Sabran menjelaskan bahwa kendala utama berakar pada regulasi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) yang saat ini masih belum sinkron.
Gubernur Kalteng menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan pers merupakan kunci utama dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





