kalselpos.com – Ratusan pelajar dan guru menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Batam, Minggu (21/6/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk mendukung program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Massa yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu tampak membawa poster berisi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden. Namun, aksi ini memicu sorotan netizen di media sosial setelah video pengakuan seorang siswa SD viral.
“Ikut kemauan sendiri. Dikasih tahu sama Mami,” ujar siswa tersebut polos saat ditanya mengenai kehadirannya.
Warganet pun menyayangkan keterlibatan anak di bawah umur yang dinilai melanggar undang-undang perlindungan anak.
Aksi ini juga dihadiri oleh sejumlah politikus Partai Gerindra, termasuk Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam, Anwar Anas. Dalam orasinya di atas mobil komando, Anwar menegaskan bahwa program MBG merupakan prioritas nasional yang sah karena mandat rakyat.
“Pak Prabowo terpilih karena punya program prioritas MBG. Kalau ada yang tidak mendukung, tunggu 2029. Kita adu gagasan lagi. Siapa yang terpilih, jalankan program terbaiknya,” seru Anwar yang disambut teriakan setuju dari massa. Menurutnya, MBG sangat dibutuhkan masyarakat Batam, khususnya pelajar dan ibu hamil.
Di sisi lain, seorang guru yang enggan identitasnya diungkap menyebut aksi ini digelar atas perintah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Tudingan mobilisasi tersebut langsung dibantah tegas oleh Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan.
Hendri menjelaskan, pawai ini murni fasilitas untuk menyalurkan keluhan orang tua siswa setelah program MBG dihentikan sementara akibat kendala tata kelola.
“Tidak ada instruksi atau kewajiban dari Disdik. Hari ini yang ikut sekitar 100 sekolah SD dan SMP, serta pihak SPPG. Kami hanya menawarkan ruang jika ingin pawai setelah menerima masukan terkait penghentian MBG,” kata Hendri.
Terkait keterlibatan anak-anak, Hendri menilainya sebagai hal yang wajar karena mereka adalah penerima manfaat langsung. “Kami persilakan anak-anak ikut, dengan catatan tetap dijaga dan diawasi dengan baik agar aspirasi ini didengar pemangku kebijakan,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





