Martapura,kalselpos.com– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar mengumumkan para pemenang Lomba Video Konten Literasi Tahun 2026 di Aula Dispersip Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian lomba yang digelar sebagai upaya mendorong budaya baca serta meningkatkan literasi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Sebelumnya, puluhan peserta dari berbagai kalangan telah mengirimkan karya terbaik mereka dengan mengangkat tema
“Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca, dan Literasi di Kabupaten Banjar”.
Kepala Dispersip Kabupaten Banjar, Hj Kencana Wati, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta yang mengikuti lomba tersebut.
Menurutnya, hal itu menunjukkan besarnya semangat generasi muda dalam berkarya sekaligus berkontribusi mengampanyekan budaya literasi di daerah.
“Antusiasme peserta sejak masa pendaftaran hingga proses penilaian menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kreativitas dan kepedulian terhadap pengembangan literasi di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia dan dewan juri yang telah bekerja keras selama proses seleksi dan penilaian. Dewan juri yang terdiri dari Aiptu Harry Sevie Anton, Hudan Nur, dan Nabila Shofaa dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam menentukan karya-karya terbaik.
“Mulai dari tahap seleksi, pembekalan hingga penentuan 10 karya terbaik, seluruh proses tersebut merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan literasi di Kabupaten Banjar,” katanya.
Kencana menegaskan, perpustakaan saat ini tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan buku. Perpustakaan telah berkembang menjadi ruang belajar, ruang kreativitas, ruang inklusif, sekaligus pusat tumbuhnya gagasan dan inovasi.
Melalui karya yang dihasilkan peserta, masyarakat diajak melihat perpustakaan dari perspektif yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman.
Di tengah derasnya arus informasi digital, para peserta dinilai mampu menunjukkan peran positif sebagai kreator konten yang edukatif dan inspiratif.
Ia berpendapat, pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan budaya baca dan literasi merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berpengetahuan. Karena itu, para peserta patut diapresiasi sebagai bagian dari generasi muda yang turut menggerakkan budaya literasi di Kabupaten Banjar.
“Pengumuman 10 karya terbaik hari ini merupakan bentuk penghargaan atas kreativitas, dedikasi, dan kerja keras para peserta. Namun penghargaan dan piala bukanlah tujuan akhir dari sebuah proses berkarya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bagi para pemenang, prestasi yang diraih hendaknya menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya yang lebih baik di masa mendatang.
Sementara bagi peserta yang belum meraih penghargaan, diharapkan tetap semangat karena setiap karya yang dihasilkan memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan sejati dalam gerakan literasi bukan hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi dari seberapa besar karya tersebut mampu menginspirasi masyarakat untuk membaca, belajar, dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pengetahuan,” tuturnya.
Kencana berharap semangat literasi yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus terjaga dan berkembang. Sinergi antara pemerintah daerah, pegiat literasi, pelaku industri kreatif, dan generasi muda dinilai penting untuk memperkuat budaya baca dan literasi yang semakin maju di Kabupaten Banjar.
Pada kategori SMA/sederajat dan mahasiswa, Juara I diraih Ahmad Zikra Maulana, Terbaik II Akhmad, dan Terbaik III Siti Maulida. Adapun peringkat berikutnya diraih Ahmad Aditya (Terbaik IV), Alwi (Terbaik V), Maulidya (Terbaik VI), Fahmi Adrian (Terbaik VII), Rizqy Alfatehhah (Terbaik VIII), Nur Syifa Qalbiyati (Terbaik IX).
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





