DPRD tinjau langsung turunan Jembatan Pulau Bromo yang dinilai rawan kecelakaan

Teks: M Ridho Akbar(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Komisi III DPRD Kota Banjarmasin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Jembatan Pulau Bromo menyusul banyaknya laporan warga terkait kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut.

 

Bacaan Lainnya

Perhatian dewan tertuju pada bagian turunan jembatan yang dinilai memiliki kemiringan cukup tajam. Kondisi itu disebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan ketika permukaan jalan menjadi licin dan mengurangi daya cengkeram kendaraan.

 

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, mengatakan kunjungan lapangan dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai keluhan masyarakat yang masuk dalam beberapa waktu terakhir.

 

“Kami menerima cukup banyak aduan mengenai insiden kecelakaan di area turunan Jembatan Pulau Bromo. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, memang terdapat kemiringan yang cukup ekstrem sehingga perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

 

Dalam sidak tersebut, Ridho didampingi sejumlah anggota Komisi III lainnya, yakni Hari Kartono, Rian Zulfikar, H Makmur, Nurrahman, Jamiah, Taufik, dan Rayhan Hananto.

 

Sebagai langkah awal, DPRD berencana berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta instansi terkait untuk meningkatkan aspek keselamatan di lokasi tersebut.

 

Salah satu usulan yang mengemuka adalah pemasangan rambu peringatan sebelum titik turunan.

 

Menurut Ridho, keberadaan rambu diharapkan dapat memberikan informasi lebih awal kepada pengendara agar mengurangi kecepatan dan lebih waspada saat melintasi jembatan.

 

Selain itu, Komisi III juga akan mengundang Dinas PUPR bersama pihak konsultan perencana dalam rapat dengar pendapat (RDP). Pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi desain dan aspek teknis jembatan guna memastikan keselamatan pengguna jalan.

 

DPRD turut mengusulkan pemasangan ban pengaman pada sejumlah titik yang dianggap rawan. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat keparahan benturan apabila terjadi kecelakaan.

 

“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus meminimalkan dampak ketika terjadi insiden di kawasan turunan jembatan,” pungkas Ridho.

 

 

Pos terkait