BANJARMASIN, Kalselpos.com – Kemunculan kasus hantavirus di sejumlah wilayah Indonesia mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Banjarmasin. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Kalimantan Selatan, kewaspadaan masyarakat dinilai perlu terus ditingkatkan.
Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat segera memperluas sosialisasi mengenai hantavirus agar masyarakat memahami potensi risiko penyakit tersebut sejak dini.
Menurutnya, informasi mengenai hantavirus masih tergolong baru bagi sebagian besar warga. Karena itu, edukasi yang diberikan harus mencakup berbagai aspek, mulai dari penyebab, cara penularan, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah pencegahan.
“Dinkes perlu memberikan penjelasan yang mudah dipahami masyarakat agar mereka mengetahui cara melindungi diri dan lingkungan dari potensi penyebaran penyakit ini,” ujarnya.
Isnaini menilai penyampaian informasi tidak cukup hanya mengandalkan media sosial. Ia mendorong keterlibatan berbagai unsur di tingkat lapangan, seperti puskesmas, tenaga kesehatan, hingga aparat kelurahan untuk memastikan edukasi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, langkah preventif akan lebih efektif dibandingkan penanganan setelah muncul kasus di suatu daerah.
“Jangan sampai masyarakat baru mendapatkan informasi ketika kasus sudah terjadi. Edukasi harus dilakukan lebih awal sebagai bentuk antisipasi,” katanya.
Selain memperkuat sosialisasi, DPRD juga meminta pemerintah kota meningkatkan upaya pengendalian populasi tikus yang diketahui menjadi salah satu hewan pembawa virus tersebut. Perhatian khusus perlu diberikan pada kawasan padat penduduk dan wilayah yang kerap terdampak banjir.
Isnaini menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan berbagai penyakit menular. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik dan lingkungan yang bersih dapat membantu menekan risiko penyebaran penyakit yang bersumber dari hewan pengerat.
“Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan, tetapi juga menyangkut kebersihan lingkungan. Semakin baik kondisi lingkungan, semakin kecil pula potensi munculnya berbagai penyakit,” pungkasnya. :::
Versi ini telah mengubah judul, alur penyampaian, struktur paragraf, dan pilihan kata sehingga lebih aman dari plagiarisme, namun tetap mempertahankan seluruh fakta dan kutipan inti dari berita asli.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





